Mereka berkata bahwa didalam jiwa manusia terdapat intipan iblis yang tidak ditemukan di binatang, tidak karena manusia lebih buruk daripada binatang. Tetapi karena watak buruk, kejahatan dan kekejian ditemukan didalam manusia yang meuncul dari hakikat tersembunyi didalam dirinya, yang terkuburkan oleh perangai buruk, kekejian dan kejahatan. Semakin berharga, indah dan tinggi hakikat, semakin besar kekaburan. Kekejian, kejahatan dan perangai buruk adalah penyebab kedua untuk kekaburan. Memang tidak mungkin untuk menghapus kekaburan ini kecuali melalui usaha yang berat. Usaha yang paling besar adalah berusaha untuk bergaul dengan sahabat yang telah menghadapkan wajah mereka kepada Tuhan dan punggung mereka pada dunia ini.
Tampilkan postingan dengan label RUMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RUMI. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Juli 2019
MUSUHMU BUKAN DAGING DAN TULANGNYA, TAPI PIKIRAN JAHATNYA
Isa al-Masih ditanya, “Wahai Ruh Tuhan, apakah hal yang paling hebat dan yang paling kejam di dunia ini dan dunia yang akan datang?”
“Murka Tuhan,” jawab Isa.
“Apa yang dapat melindungi kami dari Murka Tuhan?” mereka bertanya.
“Kendalikan kemurkaanmu dan cegahlah amarahmu,” dia menjawab.
“Murka Tuhan,” jawab Isa.
“Apa yang dapat melindungi kami dari Murka Tuhan?” mereka bertanya.
“Kendalikan kemurkaanmu dan cegahlah amarahmu,” dia menjawab.
AKU ADALAH HARTA TERSEMBUNYI DAN AKU INGIN DIKETAHUI
“Tuhan menciptakan Adam dalam imajinasi-Nya sendiri”. Setiap orang mencari tempat pengejawantahan. Ada banyak perempuan berjilbab yang membuka wajah untuk menguji sasaran hasrat mereka, seperti ketika engkau akan menguji pisau silet. Seorang pencinta berkata kepada kekasihnya, “Aku tidak dapat tidur. Aku tidak bisa makan. Aku menjadi seperti ini dan seperti itu tanpamu”. Yang dia maksudkan adalah, “Engkau berusaha agar bisa terejawantah. Aku adalah tempat pengejawantahan dimana engkau dapat mengenali kualitas seorang kekasih”. Ulama dan cendekia juga tempat untuk pengejawantah. “Aku adalah harta tersembunyi dan Aku ingin untuk diketahui”.
Minggu, 23 Juni 2019
TUBUHMU BUKAN DIRIMU
Sirajuddin berkata, “Saya menjelaskan sebuah masalah dengan terperinci, tetapi didalam diri, saya menderita luka”.
Luka itu dirasakan karena seorang penjaga tidak akan membiarkan engkau berbicara. Meskipun tidak dapat melihatnya, secara inderawi, tapi ketika engkau merasa rindu, merasa kasih atau sedang terluka, engkau akan tahu bahwa penjaga yang selalu menjagamu. Sebagai contoh, engkau pergi kedalam air. Engkau merasakan kelembutan, bunga dan tanaman bawah air, tetapi ketika engkau pergi ke sisi lain dikedalaman air, tiba-tiba engkau tergores duri. Maka engkau tahu meskipun tidak melihatnya bahwa sisi yang lain dari kolam itu adalah tempat bunga tumbuh, tempat kenyamanan. Ini dinamakan intuisi dan intuisi lebih nyata dibandingkan dengan pengalaman inderawi. Sebagai contoh, rasa lapar, haus, marah dan kesenangan tidak ada satupun dari hal-hal tersebut yang berwujud, tapi semuanya terasa lebih nyata dibandingkan dengan hal-hal yang berwujud dan terindera. Apabila menutup mata, engkau tidak mampu lagi melihat hal berwujud. Meski demikian, engkau tidak dapat menghalau lapar dari dirimu sendiri dengan tipu muslihat apapun. Sama halnya, panas dan dingin, rasa manis dan rasa pahit pada makanan, semuanya tidak berwujud, tetapi lebih nyata dari pada yang berwujud.
Kenapa engkau menghargai tubuh sedemikian tinggi? Hubungan apa yang engkau miliki dengannya? Engkau mendapatkan makanan tanpanya, terus hidup tanpanya. Saat malam hari, engkau tak memperdulikannya dan pada siang hari engkau disibukkan dengan perhatian pada yang lain. Karena tidak memperhatikannya sesaatpun dan lebih memperhatikan yang lain, mengapa engkau merasa gemetar ketakutan terhadap tubuh? Apa yang menjadi dasar perbandingan antara engkau dan tubuhmu? Engkau berada di lembah dan aku berada ditempat lain”. Tubuh ini adalah penipuan besar, dia berpikir bahwa dirinya mati. Ia memang mati. Katakan, hubungan apa yang engkau miliki dengan tubuh? Ia adalah sihir yang besar. Ketika para penyihir Fir’aun menjadi sadar akan dirinya, mereka mengorbankan tubuhnya. Mereka melihat dirinya memperoleh kehidupan tanpa tubuh ini dan tubuh ini tidak memiliki hubungan dengan mereka. Maka, demikian juga, ketika Ibrahim, Ismail, Nabi dan orang suci menyadari diri, mereka menghentikan perhatian pada tubuh, mereka tak lagi mempedulikan apakah tubuh itu ada atau tidak.
Hallaj, setelah mengambil halusinogen, (semacam zat kimia yang mengakibatkan penggunanya berada antara realitas dan khayalan). Meletakkan kepalanya pada pintu dan menjerit, “Jangan pindahkan pintu! Apabila engkau lakukan, kepalaku akan terjatuh”. Dia berpikir kepalanya terpisah dari tubuhnya dan sedang ditahan pintu. Keadaan kita juga seperti itu, juga keadaan setiap orang. Kita menganggap bahwa kita memiliki hubungan dengan tubuh atau segala hal yang ditopang tubuh kita.
Luka itu dirasakan karena seorang penjaga tidak akan membiarkan engkau berbicara. Meskipun tidak dapat melihatnya, secara inderawi, tapi ketika engkau merasa rindu, merasa kasih atau sedang terluka, engkau akan tahu bahwa penjaga yang selalu menjagamu. Sebagai contoh, engkau pergi kedalam air. Engkau merasakan kelembutan, bunga dan tanaman bawah air, tetapi ketika engkau pergi ke sisi lain dikedalaman air, tiba-tiba engkau tergores duri. Maka engkau tahu meskipun tidak melihatnya bahwa sisi yang lain dari kolam itu adalah tempat bunga tumbuh, tempat kenyamanan. Ini dinamakan intuisi dan intuisi lebih nyata dibandingkan dengan pengalaman inderawi. Sebagai contoh, rasa lapar, haus, marah dan kesenangan tidak ada satupun dari hal-hal tersebut yang berwujud, tapi semuanya terasa lebih nyata dibandingkan dengan hal-hal yang berwujud dan terindera. Apabila menutup mata, engkau tidak mampu lagi melihat hal berwujud. Meski demikian, engkau tidak dapat menghalau lapar dari dirimu sendiri dengan tipu muslihat apapun. Sama halnya, panas dan dingin, rasa manis dan rasa pahit pada makanan, semuanya tidak berwujud, tetapi lebih nyata dari pada yang berwujud.
Kenapa engkau menghargai tubuh sedemikian tinggi? Hubungan apa yang engkau miliki dengannya? Engkau mendapatkan makanan tanpanya, terus hidup tanpanya. Saat malam hari, engkau tak memperdulikannya dan pada siang hari engkau disibukkan dengan perhatian pada yang lain. Karena tidak memperhatikannya sesaatpun dan lebih memperhatikan yang lain, mengapa engkau merasa gemetar ketakutan terhadap tubuh? Apa yang menjadi dasar perbandingan antara engkau dan tubuhmu? Engkau berada di lembah dan aku berada ditempat lain”. Tubuh ini adalah penipuan besar, dia berpikir bahwa dirinya mati. Ia memang mati. Katakan, hubungan apa yang engkau miliki dengan tubuh? Ia adalah sihir yang besar. Ketika para penyihir Fir’aun menjadi sadar akan dirinya, mereka mengorbankan tubuhnya. Mereka melihat dirinya memperoleh kehidupan tanpa tubuh ini dan tubuh ini tidak memiliki hubungan dengan mereka. Maka, demikian juga, ketika Ibrahim, Ismail, Nabi dan orang suci menyadari diri, mereka menghentikan perhatian pada tubuh, mereka tak lagi mempedulikan apakah tubuh itu ada atau tidak.
Hallaj, setelah mengambil halusinogen, (semacam zat kimia yang mengakibatkan penggunanya berada antara realitas dan khayalan). Meletakkan kepalanya pada pintu dan menjerit, “Jangan pindahkan pintu! Apabila engkau lakukan, kepalaku akan terjatuh”. Dia berpikir kepalanya terpisah dari tubuhnya dan sedang ditahan pintu. Keadaan kita juga seperti itu, juga keadaan setiap orang. Kita menganggap bahwa kita memiliki hubungan dengan tubuh atau segala hal yang ditopang tubuh kita.
TEMUKANLAH TUHAN MELALUI PELAYAN-PELAYAN-NYA
Penghuni neraka lebih berbahagia di neraka daripada mereka di dunia ini kerena didalam neraka mereka sadar pada Tuhan. Sedangkan di dunia ini mereka tidak sadar. Tidak ada yang lebih manis daripada kesadaran pada Tuhan. Nalar didalam neraka merindukan dunia ini sedemikian rupa hingga mereka mampu melakukan sesuatu agar sadar pada pengejawantahan rahmat, tidak karena dunia ini lebih menyenangkan daripada neraka. Kaum munafik ditempatkan pada lapis terendah neraka karena meskipun iman ditawarkan pada mereka, berkenaan kuatnya ketikdakimanan, mereka tidak melakukan untuk bisa menyadari Tuhan. Kejahilan orang kafir tidak menawarkan iman. Karena ketidakimanannya lemah, mereka akan jadi sadar dengan siksaan lebih sedikit.
ANTARA PENGETAHUAN INDRAWI DAN PENGETAHUAN RELIGIUS
Pengetahuan apapun yang muncul melalui perintah dan pendapatan didalam dunia ini adalah pengetahuan “tubuh”. Pengetahuan yang muncul setelah kematian adalah pengetahuan “religius”. Mengetahui apakah “Aku adalah Tuhan” adalah pengetahuan tubuh, menjadi “Aku adalah Tuhan” adalah pengetahuan religius. Melihat kobaran dan cahaya lampu adalah pengetahuan tubuh, membakar kedalam kobaran atau cahaya lampu adalah pengetahuan religius, segala sesuatu yang “melihat” adalah pengetahuan religius, segala sesuatu yang “mengetahui” adalah pengetahuan tubuh.
Jumat, 21 Juni 2019
ADA SURGA DALAM KERAJAAN JIWA, IA MENGUASAI SURGA DUNIA INI
Setiap pencinta mengalami sakit hati yang tidak dapat disembuhkan oleh obat manapun, tidak dengan tidur atau mengelana atau makan. Rasa sakitnya hanya bisa diobati dengan melihat kekasihnya. “Menemui teman, menyembuhkan penyakit”. Apabila seorang munafik dihubungkan dengan orang beriman, dia akan segera mempengaruhi mereka untuk menjadi orang beriman, sebagaimana Tuhan mengatakan, “Ketika mereka menemui yang beriman, mereka berkata, Kami memang beriman (QS. 2 : 14). Apabila orang munafik dapat demikian terpengaruh, apakah dampak yang akan terjadi pada orang beriman? Pertimbangkan, betapa kain wol berubah jadi karpet berhias karena berhubungan dengan orang pintar. Lihatlah betapa bumi berubah menjadi istana yang indah karena berhubungan dengan orang pintar. Apabila perkumpulan dengan kepintaran memiliki dampak pada benda tidak hidup seperti itu, pikirkan dampak apa yang akan terjadi ketika orang beriman berhubungan dengan yang lain. Benda tidak hidup diangkat kepada jenjang yang lebih berharga sedemikian rupa melalui hubungannya dengan jiwa dan intelek parsial. Apabila seluruhnya adalah bayang-bayang intelek parsial. Apabila seorang manusia dapat menyimpulkan orang lain dari bayangannya, maka, intelek dan akal macam apa yang menghasilkan surga, matahari, bulan, tujuh lapis bumi dan seluruh yang berada diantaranya. Semua benda itu adalah bayang-bayang dari Intelek Universal. Seperti halnya cahaya intelek parsial sesuai dengan bayang-bayang pada seseorang, bayang-bayang Intelek Universal yang adalah benda nyata, tentu sesuai dengannya.
Kamis, 20 Juni 2019
CINTA TAK MELAHIRKAN PENGHAMBAAN
Sejumlah orang mengatakan bahwa cinta meniscayakan penghambaan, tetapi sebenarnya tidaklah demikian, malah, perintah kekasihlah yang meniscayakan pelayanan. Apabila kekasih menginginkan pencinta untuk merendahkan diri, penghambaan akan muncul dari si pencinta. Apabila kekasih tidak menginginkan pembudakan, pencinta akan berhenti dari merendahkan dirinya. Menolak untuk melayani tidak membatalkan cinta. Apabila pencinta tidak melakukan pelayanan, cinta didalam dirinya tetap menginginkannya. Cinta adalah hal yang paling utama, sedangkan pelayanan adalah hal sekunder setelah cinta.
ANTARA AINUDDIN DAN MU’INUDDIN
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah melahirkan engkau. Meskipun engkau bukan saksi mata atas peristiwa yang terjadi, karena engkau terus mendengar peristiwa itu berkali-kali dari ibu atau bapakmu, engkau seakan melihat peristiwa itu, ia menjadi kenyataan bagimu. Bahkan seseorang mengatakan bahwa mereka tidak melahirkanmu, engkau tidak akan mendengarkan ucapannya. Contoh yang lainnya, engkau sering mendengar orang menceritakan tentang keberadaan Bhagdad dan Makkah, karena seringnya mendengar cerita itu, engkau seakan telah melihatnya. Bahkan jika mereka bersumpah bahwa kedua kota itu tidak ada, engkau tidak akan mempercayainya. Maka kami tahu ketika telinga mendengar sesuatu terus-menerus, ia akan menyerap pengalaman sebagaimana dia melihat suatu kenyataan.
KEBAIKAN ILAHI ADALAH CINTA ILAHI
Abu Bakar tidak dijadikan rujukan Kaum Muslim karena banyaknya shalat, puasa dan sedekah. Dia dijadikan rujukan dan dihormati karena apa yang ada dalam hatinya.
Yang dimaksudkan dengan hal itu adalah bahwa, keunggulan Abu Bakar dibandingkan orang lain tidak berhubungan dengan shalat dan puasanya, melainkan berhubungan dengan kebaikan Ilahi yang dia nikmati. Dan kebaikan itulah cinta Tuhan.
Yang dimaksudkan dengan hal itu adalah bahwa, keunggulan Abu Bakar dibandingkan orang lain tidak berhubungan dengan shalat dan puasanya, melainkan berhubungan dengan kebaikan Ilahi yang dia nikmati. Dan kebaikan itulah cinta Tuhan.
DIA TERLALU LEMBUT UNTUK DAPAT KAU LIHAT
Seorang pelamun berkata, “engkau menyatakan ada sesuatu diluar lingkaran langit dan bola bumi ini yang dapat aku lihat. Menurut pendapatku, tidak ada apa-apa disana selain hal ini. Apabila memang ada, tunjukkan kepadaku dimanakah tempat itu!”
KAU AKAN MENEMUKAN SUMBER CAHAYA DENGAN MENGIKUTI SINARNYA
Seorang mistik berkata, “Aku pergi ke ruang api sebuah pemandian untuk beristirahat, karena tempat itu telah menjadi tempat perlindungan bagi sejumlah orang suci. Aku melihat kepala tukang api memiliki wakil yang bekerja dengan keras. Kepala itu mengatakan kepadanya untuk melakukan dengan cekatan. Tukang api-pun dengan kecepatan laki-laki yang taat pada perintah itu.
“Ya, dia berkata, ‘jadilah laki-laki yang cekatan di tempatku’”.
“Aku tertawa dan kecemasanku berakhir karena aku melihat seluruh majikan di dunia ini berlaku sama dengan bawahannya yang tidak penting”.
“Ya, dia berkata, ‘jadilah laki-laki yang cekatan di tempatku’”.
“Aku tertawa dan kecemasanku berakhir karena aku melihat seluruh majikan di dunia ini berlaku sama dengan bawahannya yang tidak penting”.
Rabu, 19 Juni 2019
PIKIRAN ADALAH JARING UNTUK MENANGKAP MANGSA
Pikiranmu sedang tenang. Bagaimana bisa? Karena pikrian adalah hal yang sangat berharga. Pikiran seperti jaring dan jaring harus selalu dalam keadaan baik agar bisa digunakan untuk menangkap mangsa. Apabila pikiran terganggu, berarti jaring koyak dan menjadi tak berguna. Maka, janganlah berlebihan dalam cinta atau benci kepada siapapun, karena kedua hal itu akan membuat jaring terkoyak. Kesederhanaan, dalam perkara ini adalah suatu keniscayaan. Yang kumaksudkan dengan cinta yang tidak boleh berlebihan adalah cinta untuk selain Tuhan. Tapi apabila berbicara tentang cinta kepada Tuhan maka tak ada lagi pembatasan yang ekstrem. Semakin tebal rasa cinta, semakin baik. Ketika cintamu untuk selain Tuhan berlebihan, engkau mengharapkan agar dia selamanya berada dalam keberuntungan yang baik, sebuah kemustahilan wujud karena semua orang tunduk pada perputaran roda nasib. Karena keadaan manusia terus menerus berada dalam perubahan dan engkau berharap agar dia selalu berada dalam keberuntungan baik terus menerus, pikiranmu menjadi terganggu.
CINTAILAH SETIAP ORANG DAN HIDUPLAH DI TAMAN PENUH KEDAMAIAN
Seseorang berkata, “Qadi Izzuddin mengirim salamnya dan selalu berbicara memujimu”.
Semoga ingatan yang baik dari setiap orang yang berbicara baik tentang kita bertahan lama di dunia.
Apabila berbicara baik kepada yang lain, kebaikan akan kembali kepadamu. Kebaikan dan pujian dari yang lain yang engkau katakan, pada hakikatnya adalah untuk dirimu sendiri. Kesejajaran akan terjadi ketika seseorang menanami taman dan tanaman obat disekitar rumahnya. Setiap saat memperhatikan, dia melihat bunga dan tanaman obat. Apabila membiasakan diri berbicara baik kepada orang lain, engkau selalu berada didalam “surga”. Ketika melakukan kebaikan untuk orang lain, engkau akan menjadi temannya. Dan kapanpun berpikir tentang engkau, dia akan memikirkan dirimu sebagai teman dan pikiran seorang teman, terasa mendamaikan sebagaimana bunga di taman. Ketika engkau berbicara buruk kepada orang lain, engkau bisa menjadi buruk didalam pandangannya sehingga kapanpun memikirkanmu dia akan membayangkan ular atau kalajengking atau duri dan tanaman liar berduri. Sekarang, apabila dapat melihat pada bunga di taman siang dan malam, kenapa engkau mesti mengelana didalam potongan kayu atau lubang ular? Cintailah setiap orang hingga engkau, selalu berada didalam bunga-bunga taman. Apabila membenci setiap orang dan membayangkan musuh dimanapun, itu seperti mengembara siang dan malam didalam potongan kayu keras dan lubang ular.
Semoga ingatan yang baik dari setiap orang yang berbicara baik tentang kita bertahan lama di dunia.
Apabila berbicara baik kepada yang lain, kebaikan akan kembali kepadamu. Kebaikan dan pujian dari yang lain yang engkau katakan, pada hakikatnya adalah untuk dirimu sendiri. Kesejajaran akan terjadi ketika seseorang menanami taman dan tanaman obat disekitar rumahnya. Setiap saat memperhatikan, dia melihat bunga dan tanaman obat. Apabila membiasakan diri berbicara baik kepada orang lain, engkau selalu berada didalam “surga”. Ketika melakukan kebaikan untuk orang lain, engkau akan menjadi temannya. Dan kapanpun berpikir tentang engkau, dia akan memikirkan dirimu sebagai teman dan pikiran seorang teman, terasa mendamaikan sebagaimana bunga di taman. Ketika engkau berbicara buruk kepada orang lain, engkau bisa menjadi buruk didalam pandangannya sehingga kapanpun memikirkanmu dia akan membayangkan ular atau kalajengking atau duri dan tanaman liar berduri. Sekarang, apabila dapat melihat pada bunga di taman siang dan malam, kenapa engkau mesti mengelana didalam potongan kayu atau lubang ular? Cintailah setiap orang hingga engkau, selalu berada didalam bunga-bunga taman. Apabila membenci setiap orang dan membayangkan musuh dimanapun, itu seperti mengembara siang dan malam didalam potongan kayu keras dan lubang ular.
Selasa, 18 Juni 2019
IKUTILAH GETARAN YANG SELALU MENGGEDOR-GEDOR HATIMU
Ketika pertama kali mulai menggubah puisi, muncul dorongan yang menyebabkan aku untuk menggubahnya. Pada saat itu terasa sangat efektif. Bahkan sekarang, ketika dorongan telah lesu dan “tenggelam” ia masih efektif. Itu adalah cara Tuhan memelihara sesuatu ketika dia “terbit”, ketika banyak akibat, banyak hikmah dilahirkan. Bahkan ketika tenggelam, pemeliharaan itu tetap bertahan. Julukan Tuhan dari barat dan timur (QS. 26 : 28) berarti bahwa Tuhan memelihara baik motivasi yang terbit dan yang tenggelam.
ENGKAU HANYA GAGASAN, SELEBIHNYA HANYALAH TULANG DAN DAGING
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini:
Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan,
Selainnya, hanyalah tulang dan daging!
Pertimbangkan makna ini, kata “gagasan” merujuk pada gagasan khusus yang telah kita ungkapkan dengan perkataan gagasan pada maknanya yang paling luas, tetapi didalam kenyataanya itu bukanlah gagasan. Apabila demikian, berarti yang dimaksudkan bukanlah istilah yang dipahami secara umum oleh manusia. Apa yang kita maksudkan dengan kata gagasan adalah pada makna hakikinya. Apabila seseorang ingin penafsiran lebih rendah yang bisa dilakukan orang umum, biarkan dia berkata, “Manusia adalah binatang yang memiliki ucapan rasional”. Kekuatan ucapan rasional adalah “gagasan”, baik tersirat maupun tersurat. Yang tidak memiliki itu, adalah binatang. Maka, memang benar untuk mengatakan bahwa manusia terdiri dari “gagasan” dan selain itu hanyalah tulang dan daging.
Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan,
Selainnya, hanyalah tulang dan daging!
Pertimbangkan makna ini, kata “gagasan” merujuk pada gagasan khusus yang telah kita ungkapkan dengan perkataan gagasan pada maknanya yang paling luas, tetapi didalam kenyataanya itu bukanlah gagasan. Apabila demikian, berarti yang dimaksudkan bukanlah istilah yang dipahami secara umum oleh manusia. Apa yang kita maksudkan dengan kata gagasan adalah pada makna hakikinya. Apabila seseorang ingin penafsiran lebih rendah yang bisa dilakukan orang umum, biarkan dia berkata, “Manusia adalah binatang yang memiliki ucapan rasional”. Kekuatan ucapan rasional adalah “gagasan”, baik tersirat maupun tersurat. Yang tidak memiliki itu, adalah binatang. Maka, memang benar untuk mengatakan bahwa manusia terdiri dari “gagasan” dan selain itu hanyalah tulang dan daging.
Senin, 17 Juni 2019
DI DUNIA SANA, TAK ADA DUALITAS
Sebuah pertanyaan dilontarkan berkenaan dengan penafsiran baris puisi ini, “Ketika hasrat mencapai akhirnya, persahabatan berbalik jadi permusuhan sepenuhnya”.
Dibandingkan dengan dunia persahabatan, dunia permusuhan adalah dunia yang sangat sulit dan orang-orang kabur dari dunia permusuhan untuk mencapai dunia persahabatan. Walaupun dunia persahabatan terkait dengan suatu dunia dimana dunia persahabatan dan dunia permusuhan memperoleh keberadaan mereka. Persahabatan dan permusuhan, iman dan kafir, merupakan penyebab adanya dualitas karena kekafiran adalah penolakan dan karena jika satu hal yang ditolak pasti ada seseorang yang menolaknya. Sama halnya, jika ada satu hal diakui, pasti ada seseorang yang mengakuinya. Maka, jelaslah bagi kita bahwa persetujuan dan pertentangan adalah penyebab adanya dualitas. Sementara itu, dunia lain, melampaui kategori iman dan kafir, persahabatan dan permusuhan. Karena persahabatan adalah penyebab dualitas dan karena ada suatu dunia dimana tak ada tempat untuk dualitas, dan karena ada suatu dunia dimana tak ada tempat untuk dualitas dan yang ada hanyalah persetujuan murni, maka ketika seseorang mencapai dunia itu, dia akan melepaskan kategorisasi persahabatan dan permusuhan karena dua hal itu tak ada disana. Ketika seseorang telah mencapai dunia itu, dia terpisahkan dari dualitas. Maka, jika dibandingkan dengan dunia yang telah dicapainya sekarang, dunia yang dia alami sebelumnya, dunia dualitas, cinta dan persahabatan adalah lebih rendah dan rusak. Ketika telah mengetahui hal itu, maka seseorang akan merasa enggan dan tidak lagi berhasrat. Ketika persahabatan Mansur dengan Tuhan telah mencapai batas akhir logika, dia menjadi musuh bagi dirinya dan menghancurkan dirinya. Dia berkata, “Aku adalah yang Nyata,” aku telah meninggal, hanya Tuhan yang tersisa. Untuk mengatakan ini, hanya Tuhan yang ada, benar-benar kerendahhatian dan pembudakan. Adalah congkak dan sombong untuk mengatakan, “Engkau Tuhan, aku pelayan”, karena dengan perkataan ini engkau menyepakati keberadaan dirimu dan dualitas niscaya akan mengikutimu. Ketika engkau berkata, “Dia Tuhan”, dalam ungkapan ini ada pula dualitas. Karena penggunaan orang ketiga “dia”, tidak mungkin kecuali ada orang pertama “aku”. Maka, karena tidak ada hal yang ada selain Tuhan, hanya Dia yang dapat berkata. “Aku adalah Tuhan”, Mansur telah meninggal dunia, maka kata-katanya adalah milik Tuhan.
Dibandingkan dengan dunia persahabatan, dunia permusuhan adalah dunia yang sangat sulit dan orang-orang kabur dari dunia permusuhan untuk mencapai dunia persahabatan. Walaupun dunia persahabatan terkait dengan suatu dunia dimana dunia persahabatan dan dunia permusuhan memperoleh keberadaan mereka. Persahabatan dan permusuhan, iman dan kafir, merupakan penyebab adanya dualitas karena kekafiran adalah penolakan dan karena jika satu hal yang ditolak pasti ada seseorang yang menolaknya. Sama halnya, jika ada satu hal diakui, pasti ada seseorang yang mengakuinya. Maka, jelaslah bagi kita bahwa persetujuan dan pertentangan adalah penyebab adanya dualitas. Sementara itu, dunia lain, melampaui kategori iman dan kafir, persahabatan dan permusuhan. Karena persahabatan adalah penyebab dualitas dan karena ada suatu dunia dimana tak ada tempat untuk dualitas, dan karena ada suatu dunia dimana tak ada tempat untuk dualitas dan yang ada hanyalah persetujuan murni, maka ketika seseorang mencapai dunia itu, dia akan melepaskan kategorisasi persahabatan dan permusuhan karena dua hal itu tak ada disana. Ketika seseorang telah mencapai dunia itu, dia terpisahkan dari dualitas. Maka, jika dibandingkan dengan dunia yang telah dicapainya sekarang, dunia yang dia alami sebelumnya, dunia dualitas, cinta dan persahabatan adalah lebih rendah dan rusak. Ketika telah mengetahui hal itu, maka seseorang akan merasa enggan dan tidak lagi berhasrat. Ketika persahabatan Mansur dengan Tuhan telah mencapai batas akhir logika, dia menjadi musuh bagi dirinya dan menghancurkan dirinya. Dia berkata, “Aku adalah yang Nyata,” aku telah meninggal, hanya Tuhan yang tersisa. Untuk mengatakan ini, hanya Tuhan yang ada, benar-benar kerendahhatian dan pembudakan. Adalah congkak dan sombong untuk mengatakan, “Engkau Tuhan, aku pelayan”, karena dengan perkataan ini engkau menyepakati keberadaan dirimu dan dualitas niscaya akan mengikutimu. Ketika engkau berkata, “Dia Tuhan”, dalam ungkapan ini ada pula dualitas. Karena penggunaan orang ketiga “dia”, tidak mungkin kecuali ada orang pertama “aku”. Maka, karena tidak ada hal yang ada selain Tuhan, hanya Dia yang dapat berkata. “Aku adalah Tuhan”, Mansur telah meninggal dunia, maka kata-katanya adalah milik Tuhan.
Selasa, 11 Juni 2019
MANISNYA GULA HANYA TERASA SETELAH MERASAKAN KEPAHITAN
“Kau tak akan menemukan apa-apa hingga kau mencarinya kecuali kekasih yang tercinta, yang tak akan engkau cari hingga kau temukan”. Bagi manusia, mencari berarti menelusuri sesuatu yang belum ia temukan, ia mencarinya siang dan malam. Adalah suatu hal yang aneh bagi manusia yang telah menemukan sesuatu atau telah mencapainya, kemudian dia melakukan pencarian. Sebab pencarian hanyalah untuk hal baru yang belum pernah ditemukan. Pencarian ini, yakni perbuatan mencari apa yang telah ditemukan, adalah pencarian Tuhan karena Tuhan telah “menemukan” segala sesuatu. Segala sesuatu telah berada dalam ke-Mahakuasaan-Nya. Yang Maha Esa dan Mahamulia berfirman, “JADI” dan segala sesuatu menjadi demikian (QS. 6 : 73). Dia adalah Penemu karena Dia telah menemukan segala sesuatu, meski demikian, Dia adalah Pencari karena dia diketahui sebagai “Pencari, yang Menguasai”. Ini bagaikan mengatakan, “Ah, manusia, sejauh engkau berada didalam pencarian ini, yang sementara dan bersifat manusiawi, engkau berada jauh dari tujuanmu. Apabila pencarianmu sendiri melalui pencarian Tuhan, apabila pencari Tuhan menguasai pencarianmu maka engkau akan jadi pencari melalui pencarian Tuhan.
KARENA TAK ADA YANG LEBIH INDAH DARI-MU, AKU BAWAKAN CERMIN UNTUK-MU
Seseorang mengatakan bahwa kami datang untuk mengetahui masing-masing dari setiap keadaan umat manusia. Tidak satu kotapun dari keadaan dan sifat manusia atau humor panas dan dinginnya yang bisa membuat kami lari. Masih belum dipastikan pada bagian apa darinya yang akan ada selamanya.
Apabila mampu diketahui dengan kata-kata, maka usaha penggunaan seperti itu niscaya tidak diperlukan lagi dan tidak seorangpun perlu pergi menuju derita atau kerja keras seperti itu. Untuk contoh, seseorang datang ke pantai. Setibanya disana, dia tidak melihat apa-apa selian ombak, buaya dan ikan. Dia berkata, “Dimanakah mutiara? Barangkali tidak ada mutiara disana”. Bagaimana mungkin seseorang akan memperoleh mutiara hanya dengan melihat laut? Bahkan apabila dia mengukur laut cangkir demi cangkir ribuan kali, mutiara tidak akan pernah ditemukan. Orang harus jadi penyelam untuk menemukan mutiara dan tidak setiap penyelaman akan menemukan mutiara, hanya orang yang beruntung saja dan orang-orang yang sudah terlatih.
Apabila mampu diketahui dengan kata-kata, maka usaha penggunaan seperti itu niscaya tidak diperlukan lagi dan tidak seorangpun perlu pergi menuju derita atau kerja keras seperti itu. Untuk contoh, seseorang datang ke pantai. Setibanya disana, dia tidak melihat apa-apa selian ombak, buaya dan ikan. Dia berkata, “Dimanakah mutiara? Barangkali tidak ada mutiara disana”. Bagaimana mungkin seseorang akan memperoleh mutiara hanya dengan melihat laut? Bahkan apabila dia mengukur laut cangkir demi cangkir ribuan kali, mutiara tidak akan pernah ditemukan. Orang harus jadi penyelam untuk menemukan mutiara dan tidak setiap penyelaman akan menemukan mutiara, hanya orang yang beruntung saja dan orang-orang yang sudah terlatih.
Senin, 10 Juni 2019
MEMIMPIKAN AIR TIDAK MENGHILANGKAN RASA HAUS
Seseorang memimpin shalat dan membaca, “Orang Arab Gurun lebih keras kepala dengan keingkaran dan kemunafikan mereka” (QS. 9:97). Seorang kepala suku Arab yang hadir saat shalat menampar orang itu dengan keras. Pada rakaat selanjutnya, imam shalat membaca, “Dan orang Arab gurun ada yang beriman kepada Tuhan dan hari akhir” (QS. 9:99). Kepala suku Arab itu berkata, “Tamparan itu mengajarimu suatu pelajaran!”
Langganan:
Postingan (Atom)
KARMA
Karma bukanlah hukuman. Bukan pula takdir yang dijatuhkan oleh kekuatan di luar diri kita. Karma adalah kesadaran bahwa setiap tindakan yang...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Atabeg berkata : “Keagungan apakah yang telah membuat Maulana menghargaiku?” Aku tidak pernah mengharapkan ini. Pikiran ini tidak pernah ter...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...