Burung Derkuku diam sejenak, kemudian bertanya lagi seperti ini: Perkutut, masih ada satu masalah yang belum begitu paham dalam pikiranku, yaitu tentang perbedaan yang kau ibaratkan belian dengan kaca benggala. Untuk lebih jelasnya, segala warna dari segala wujud sebagai ibarat Rahsa manusia, sinar segala wujud menjadi ibarat budi, itu saya sudah sedikit bisa merasakannya, selanjutnya: Rupa yang jelas warnanya kurang sinarnya itu menjadi ibarat Rahsa yang sinarnya hanya sekedarnya. Rupa yang warna dan sinarnya sama, menjadi ibarat terangnya budi yang masih dikuasai rahsa. Rupa yang tinggi sinarnya tanpa warna, menjadi ibarat budi terang serta tidak memiliki watak (tidak dikuasai rahsa). Hal demikian, oleh karena berlian dan kaca benggala kedua-duanya unggul dalam sinar dan sama-sama tidak memiliki warna, yang manakah yang menjadi sebab perbedaannya?
Tampilkan postingan dengan label SERAT KACA WIRANGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SERAT KACA WIRANGI. Tampilkan semua postingan
Minggu, 11 Agustus 2019
MENGULANG JALAN PENCARIAN
Burung Perkutut melanjutkan keterangannya: Saudaraku, mengulang jalan pencarian tentang kehalusan itu yang penting, tekun menganalisa dan membanding-bandingkan rasa, contohnya merasakan perbedaan rahsa dan rasa, perbedaan tonjolan yang tercampur dan tonjolan yang murni (diteliti dengan teliti, dirasakan hingga mendalam), perbedaan pikiran dan ide, perbedaan pikir dan budi dan sebagainya.
Sabtu, 10 Agustus 2019
SEMAKIN DIPIKIR SEMAKIN TIDAK BISA KETEMU
Burung Derkuku barulah bisa menerima sedikit penjelasan burung Perkutut, sehingga kemudian berhenti dalam memikirkannya, karena telah mengerti bahwa perkara Rasa jika dipikir, semakin dipikir, semakin tidak bisa ketemu.
Kemudian Burung Perkutut berkata kepada Burung Derkuku: Pertanyaanmu yang ketiga, agar manusia bisa terang budinya dan hilang asapnya, menurut pendapatku, begini :
Kemudian Burung Perkutut berkata kepada Burung Derkuku: Pertanyaanmu yang ketiga, agar manusia bisa terang budinya dan hilang asapnya, menurut pendapatku, begini :
Rabu, 07 Agustus 2019
PERBEDAAN ANGAN-ANGAN DAN RAHSA
Setelah burung perkutut selesai bicara, burung Derkuku berpikir-pikir, namun sebenarnya belum begitu bisa menerima apa yang telah disampaikan oleh burung Perkutut. Burung Perkutut memahaminya, sehingga kemudian berkata lagi, seperti uraian berikut :
Wahai Saudara, semua orang bisa merasakan perbedaan angan-angan dan Rahsa, hanya saja tidak bisa menyatakan, bagaimana bedanya. Juga tidak mengerti bahwa dirinya itu sesungguhnya bisa merasakan. Jangankan orang tua, walau anak kecil yang sangat bodohpun bisa merasakan bedanya.
Wahai Saudara, semua orang bisa merasakan perbedaan angan-angan dan Rahsa, hanya saja tidak bisa menyatakan, bagaimana bedanya. Juga tidak mengerti bahwa dirinya itu sesungguhnya bisa merasakan. Jangankan orang tua, walau anak kecil yang sangat bodohpun bisa merasakan bedanya.
RAHSA DAN BUDI
Burung Derkuku berkata kepada Burung Perkutut, sebagai berikut :
Saya akan bertanya empat hal, jawablah dengan jelas, agar terang pemahamanku.
1. Jelaskanlah bahwa sesuatu yang mengandung sinar dan warna engkau umpakan sebagai sifat manusia, karena manusia memuat sinar dan warna milik Dzat Yang Sejati, tunjukkan padaku, mana wujud yang disebut sinar, mana wujud yang disebut warna?
2. Yang kau umpamakan sebagai sinar kau sebut Budi, yang kau umpamakan warna yaitu : Rahsa. Tunjukkanlah. Yang disebut budi itu yang mana, dan yang disebut rahsa itu yang mana?
Saya akan bertanya empat hal, jawablah dengan jelas, agar terang pemahamanku.
1. Jelaskanlah bahwa sesuatu yang mengandung sinar dan warna engkau umpakan sebagai sifat manusia, karena manusia memuat sinar dan warna milik Dzat Yang Sejati, tunjukkan padaku, mana wujud yang disebut sinar, mana wujud yang disebut warna?
2. Yang kau umpamakan sebagai sinar kau sebut Budi, yang kau umpamakan warna yaitu : Rahsa. Tunjukkanlah. Yang disebut budi itu yang mana, dan yang disebut rahsa itu yang mana?
Selasa, 06 Agustus 2019
WUJUD YANG SEMPURNA KEINDAHANNYA
Burung Derkuku berkata :
Memang! Dirimu benar. Oleh karena demikian, terbukti wujud yang sempurna keindahannya adalah yang cahayanya terang, merata , sangat jernih dan juga yang tidak berwarna sama sekali. Seandainya saya mencari wujud yang seperti itu, memang tidak ada lagi selain hanya Kaca Benggala Besar. Sebab lebar permukaanya yang bercahaya berlipat beratus kali dibandingkan dengan permukaan berlian, sehingga mirip matahari, Berlian hanya seperti bintang saja. Seandainya boleh mengumpamakan ada sebuah berlian sebesar gajah yang rata permukaannya, menurutku baru mirip dengan kaca benggala, bahkan mungkin bisa mengungguli kaca benggala.
Memang! Dirimu benar. Oleh karena demikian, terbukti wujud yang sempurna keindahannya adalah yang cahayanya terang, merata , sangat jernih dan juga yang tidak berwarna sama sekali. Seandainya saya mencari wujud yang seperti itu, memang tidak ada lagi selain hanya Kaca Benggala Besar. Sebab lebar permukaanya yang bercahaya berlipat beratus kali dibandingkan dengan permukaan berlian, sehingga mirip matahari, Berlian hanya seperti bintang saja. Seandainya boleh mengumpamakan ada sebuah berlian sebesar gajah yang rata permukaannya, menurutku baru mirip dengan kaca benggala, bahkan mungkin bisa mengungguli kaca benggala.
Sabtu, 03 Agustus 2019
LEMBARAN BESI BERBENTUK EMPAT PERSEGI PANJANG
Ketika itu, ada lembaran besi berbentuk empat persegi panjang, berwarna hitam, dan belum pernah melihat wujud Kaca Benggala, mendengar keterangan berlian tentang Kaca benggala yang memuat segala rupa. Oleh karena memuat segala yang jelek dan baik, sehingga ditetapkan sebagai yang paling sempurna dalam rupa. Setelah lembaran besi mendengar apa yang disampaikan berlian yang seperti itu, muncullah pemikiran lembaran besi, sebagai berikut, oleh karena yang disebut rupa yang sempurna adalah yang bisa jelek dan bisa baik. Seperti kaca benggala yang bisa keruh bagaikan batu dan hitam bagaikan arang, dan tidak hanyak baik saja. Jika demikian segala wujud yang hanya bisa baik saja, dan tidak bisa baik dan buruk, itu belum sempurna kebaikannya. Bagaikan berlian, memang benar bisa berkedip-kedip, dan memancarkan cahaya aneka rupa, namun karena tidak bisa menjadi jelek seperti batu, dan tidak bisa hitam seperti arang, juga belum disebut sempurna seperti kesempurnaan kaca benggala, karena yang bisa diperbuat hanya satu macam yaitu baik saja. Biasanya, walau bagi manusia juga demikian, barang siapa yang hanya menyukai yang baik saja, dan menolak keburukan, tidak akan bisa sempurna, karena hanya menyukai kebaikan saja, sedangkan yang disebut sempurna adalah……..
KACA BENGGALA DAN RAHASIANYA
Semua Mirah merasa kalah, ketika dibandingkan dengan berlian. Terlebih lagi semua kupu-kupu. Akhirnya sepakat, akan mengangkat Raja atas berlian, sebab berlianlah yang paling unggul dalam rupa.
Ketika berlian akan diangkat sebagai raja, kemudian berlian menjelaskan.
Atas kesepakatan kalian semua yang ingin mengangkat raja diriku, karena aku paling unggul cahayanya serta tanpa warna. Keunggulan cahayaku yang menghidupkan rupaku. Warna itu bukan milikku sehingga aku memuat semua warna. Hal itu memang benar, namun diriku ini sebenarnya belum sempurna, masih ada lagi wujud selain diriku yang lebih unggul cahayanya melebihi diriku. Serta mampu memuat segala warna dengan sempurna melebihi diriku. Itulah yang kalian angkat jadi raja, sebab cahayanya berlipat seribu dibanding cahayaku, jika memancar akan menyamai matahari, tetapi aku hanya berkelip saja. Sedangkan dalam memuat warna ternyata seribu kali dibanding aku. Aku hanya mengandung warna, namun yang akan aku katakan kepada kalian adalah mengandung warna dan sekalian rupanya. Maksudnya, bukan hanya bisa berwarna merah, hijau, juga bisa bermacam warna bagaikan kupu, bagaikan mirah, bagaikan berlian, bagaikan batu, bagaikan kuda, bagaikan manusia, bagaikan matahari, singkatnya bisa menyerupai semua wujud yang ada di dunia ini, karena bisa berwujud bagaikan dunia yang tergelar nampak bumi langit beserta segala isinya.
Ketika berlian akan diangkat sebagai raja, kemudian berlian menjelaskan.
Atas kesepakatan kalian semua yang ingin mengangkat raja diriku, karena aku paling unggul cahayanya serta tanpa warna. Keunggulan cahayaku yang menghidupkan rupaku. Warna itu bukan milikku sehingga aku memuat semua warna. Hal itu memang benar, namun diriku ini sebenarnya belum sempurna, masih ada lagi wujud selain diriku yang lebih unggul cahayanya melebihi diriku. Serta mampu memuat segala warna dengan sempurna melebihi diriku. Itulah yang kalian angkat jadi raja, sebab cahayanya berlipat seribu dibanding cahayaku, jika memancar akan menyamai matahari, tetapi aku hanya berkelip saja. Sedangkan dalam memuat warna ternyata seribu kali dibanding aku. Aku hanya mengandung warna, namun yang akan aku katakan kepada kalian adalah mengandung warna dan sekalian rupanya. Maksudnya, bukan hanya bisa berwarna merah, hijau, juga bisa bermacam warna bagaikan kupu, bagaikan mirah, bagaikan berlian, bagaikan batu, bagaikan kuda, bagaikan manusia, bagaikan matahari, singkatnya bisa menyerupai semua wujud yang ada di dunia ini, karena bisa berwujud bagaikan dunia yang tergelar nampak bumi langit beserta segala isinya.
Selasa, 30 Juli 2019
BERLIAN MENGURAI CAHAYA
Ketika itu ada berlian, yang berkata kepada semua batu mulia, “Wahai semua mirah, sekarang kalian sudah memahami bahwa terlihatnya rupa karena adanya cahaya, artinya warna merah hijau itu tidak ada gunanya jika tidak ada cahaya, sebab jika tanpa cahaya maka tidak akan bersinar. Meskipun tanpa warna jika terkena cahaya tidak akan bisa hilang, sebab cahaya itu menyinarinya, sehingga akan bisa dilihat. Sudah nyata bahwa cahaya itu adalah nyawa dari rupa. Buktinya, si Manikmaya, hanya berwarna putih, oleh karena bersinar, sehingga banyak dicari oleh manusia serta dihargainya.Terlebih lagi si Geniyara, Mirah Delima dan sebagainya, karena memiliki warna dan bersinar.
Senin, 29 Juli 2019
BATU MULIA MENGURAI SINAR WARNANYA
Ada permata putih, cahayanya putih bersinar terang, bernama Permata Manik Maya, tergeletak dekat dengan tempat duduk sang Putri, berkata kepada kupu-kupu, katanya, “Wahai kupu, sesungguhnya semua warna kalian itu indah, yang putih, yang merah, yang kuning, yang ungu, yang hijau, yang biru, dan juga yang hitam, tidak ada satupun yang tidak indah, kekurangannya hanyalah tidak mengandung cahaya, seandainya bisa bercahaya, betapa indahnya, sebab, warna itu bisa terlihat karena kekuatan cahaya, walaupun merah, hijau, biru, jika tidak bersinar itu hampa. Walaupun warna putih ataupun merah, jika bersinar maka menjadi indah. Coba perhatikan wujud diriku ini, tidak lain hanyalah putih, warna putih itu tidak berbinar dan tidak mencolok, namun karena mengandung cahaya, sehingga putihku indah bercahaya, itulah diriku yang disebut Permata Manik Maya. Tidak hanya permata saja, walaupun manusia yang tampan rupawan, dihias busana, jika tidak ada cahayanya, tidak ada daya tariknya, dan tidak ada pancaran wibawanya, akhirnyapun tidak menjadi perhatian dan tidak dipercaya, sehingga tidak dipilih dan suatu jabatan, karena hanya mengandalkan ketampanan rupa dan kebaikan hati, serta kebahagiaan hidupnya. Karena tidak berusaha mencari keluhuran Pramana. Walaupun manusia yang buruk rupa serta kurus badannya, jika luhur budi-nya, juru hati, akan menjadi pusat perhatian dan dihormati, sehingga banyak yang hormat dan mencintainya, karena terlihat dari pancaran wibawanya yang tinggi, mengagumkan, itu disebabkan cahaya budi dari dirinya yang bening.
SERAT KACA WIRANGI
Ada burung Perkutut dan burung Derkuku yang sedang bertengger di pohon Mandira, burung perkutut kemudian bercerita sebagai berikut :
Ada negara yang terkenal, dengan keindahan tamannya ada seratus jenis bunga yang ditanam di taman sarinya, Dan diberi pagar keliling yang terbuat dari emas, yang dihias kolam air, yang ditebari batu cendhani, dan dikelilingi patung perunggu, dan diberi hiasan lainnya yang terbuat dari emas dan intan berlian.
Ada negara yang terkenal, dengan keindahan tamannya ada seratus jenis bunga yang ditanam di taman sarinya, Dan diberi pagar keliling yang terbuat dari emas, yang dihias kolam air, yang ditebari batu cendhani, dan dikelilingi patung perunggu, dan diberi hiasan lainnya yang terbuat dari emas dan intan berlian.
Langganan:
Postingan (Atom)
KARMA
Karma bukanlah hukuman. Bukan pula takdir yang dijatuhkan oleh kekuatan di luar diri kita. Karma adalah kesadaran bahwa setiap tindakan yang...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Atabeg berkata : “Keagungan apakah yang telah membuat Maulana menghargaiku?” Aku tidak pernah mengharapkan ini. Pikiran ini tidak pernah ter...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...