Kata-kata yang benar tidaklah indah,
kata-kata yang indah tidak selalu benar.
Orang bijak tidak menimbun,
semakin ia memberi, semakin ia berkelimpahan.
Jalan Tao memberi manfaat bagi segala sesuatu tanpa menimbulkan pertentangan.
Kata-kata yang benar tidaklah indah,
kata-kata yang indah tidak selalu benar.
Orang bijak tidak menimbun,
semakin ia memberi, semakin ia berkelimpahan.
Jalan Tao memberi manfaat bagi segala sesuatu tanpa menimbulkan pertentangan.
Negara kecil dengan rakyat sedikit membuat kehidupan tenteram.
Walau memiliki berbagai alat, mereka tidak bergantung padanya.
Orang merasa cukup dengan makanannya,
puas dengan tempat tinggalnya,
dan tenteram dengan adat kebiasaannya.
Setelah perselisihan diselesaikan, sisa kebencian tetap tinggal.
Orang bijak memegang bagian yang menjadi tanggung jawabnya dan tidak menuntut dari orang lain.
Tao Surgawi tidak memihak, namun selalu berpihak pada yang berbudi.
Di dunia ini tidak ada yang lebih lembut dan lemah daripada air,
namun dalam menghadapi yang keras dan kuat, tidak ada yang mampu mengalahkannya.
Yang lemah menaklukkan yang kuat, yang lembut menundukkan yang keras.
Semua orang mengetahuinya, tetapi tidak ada yang mampu mempraktikkannya.
Jalan Tao mengurangi yang berlebih dan menambah yang kurang.
Jalan manusia justru mengurangi yang kurang dan menambah yang berlebih.
Orang bijak memberi tanpa menyimpan, bekerja tanpa memiliki, dan menyelesaikan tanpa menguasai.
Ketika hidup, manusia lembut dan lentur.
Ketika mati, ia kaku dan keras.
Yang keras dan kaku adalah pengikut kematian,
yang lembut dan lentur adalah pengikut kehidupan.
Rakyat kelaparan karena pajak yang terlalu berat.
Sulit diatur karena penguasa terlalu banyak campur tangan.
Mereka menganggap hidup ringan karena tekanan yang berat.
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...