Minggu, 24 Juli 2016

SIFAT ALAMI

Alami tidak selalu bermakna baik. Penyakit syphilis dan uranium itu alami, tapi mereka bukan hal-hal yang indah. Di hutan belantara, alami bisa berarti “darah pada kuku dan taring” dan jujur saja, kita memilih hidup di pinggiran kota daripada hidup di hutan belantara.

Menderita sakit dan meninggal adalah alami, begitu juga parasit dan menjadi kotor, merasa dingin dan lapar –hal-hal yang sebisa mungkin kita hindari.


Perilaku beradab adalah adalah lapisan tipis buatan manusia yang menutupi hasrat hewani. Binatang –tidak seperti manusia- tidak mengerti kalau bersabar dalam antrean itu baik. Ini artinya banyak hal-hal baik dalam kemanusiaan sifatnya tidak alami.

Kalau kita menderita depresi, secara alami kita menderita defisiensi biokimia. Ketidakbahagiaan kita hamper pasti disebabkan oleh kekurangan sejenis neurotransmitter yang timbul dalam penyakit depresi. Pengobatan dengan antidepressant tak akan membuat kita fly secara tidak alami, tapi ia menghadirkan suatu pertanyaan : antidepressant itu tidak alami, tapi ia bisa membebaskan kita untuk berlaku secara alami seperti saat kita tidak mengalami depresi. Tanpa keajaiban buatan obat-obatan, terutama antibiotic dan antidepressant, kehidupan alami bagi sebagian orang akan “buruk, tidak menyenangkan, kasar dan pendek”. 

- An Intelligent Life,  Julian Short

RASA BERSALAH

Rasa bersalah adalah emosi manusia yang sangat berharga. Rasa bersalah menjaga kita agar tetap beradab sebab perasaan ini sangat buruk sehingga kita selalu berusaha untuk menghidarinya. Sebagian orang akan berkata kalau rasa bersalah hanya membuang-buang waktu. Hal benar untuk rasa takut bersalah, tapi tidak untuk rasa bersalah sejati yang kita alami ketika kita melanggar nilai-nilai moral yang kita yakini.

Rasa bersalah sejati adalah sejenis kegelisahan  moral, pembicaraan yang mengganggu antara kita dan suara moral kita sendiri. Rasa takut bersalah mencengkeram kita disaat kita takut seseorang tidak suka kepada apa yang telah kita lakukan. Perasaan ini timbul dari perasaan bahwa kita semestinya memperlakukan keinginan seseorang seakan keinginan orang itu lebih penting dari hak-hak kita. Kalau kita merasa demikian maka rasa bersalah yang kita rasakan sebetulnya adalah ketakutan akan ketidaksukaan atau penolakan. Kedua perasaan ini tersamar sebagai rasa bersalah sejati. Perasaan takut bersalah hanya menghabiskan banyak emosi dan waktu berpikir.

Apabila kita mengalami rasa takut bersalah, kemungkinan secara diam-diam kita tahu bahwa sebenarnya tidak ada yang salah dengan tindakan kita tapi rasa takut, tersamar sebagai nurani kita, tetap membuat kita merasa buruk. Kibatnya kita merasa perlu meminta maaf berulang kali sebab kalau tidak, berarti kita sama saja mengklaim kalau kita setara, tindakan kita beralasan dan kita akan kehilangan rasa aman yang didapatkan sebagai seorang anak kecil yang kelihatan menyesali perbuatannya.

Kalau self esteem kita cukup kuat, bagi kita yang dinamakan rasa takut bersalah adalah rasa malu. Kalau computer bank melakukan kesalahan dan mendepositkan sejumlah besar uang kedalam rekening kita, kita akan memutuskan untuk tidak mengambil uang itu hanya karena takut akan mengalami hal tidak menyenangkan kalau ketahuan.

Disaat kita merasa bersalah, tanyakan kepada diri sendiri apakah kita sendiri khawatir kalau kita menyakiti orang lain, atau apakah sebagian rasa bersalah itu berhubungan dengan bagaimana kita akan dipandang orang sebagai konsekwensi dari tindakan kita.

Rasa bersalah sejati itu bagus dan penting untuk emosi kita.  Lain halnya dengan mencoba membuat orang lain merasa bersalah. Kalau nurani mereka tidak membuat mereka merasa bersalah sehingga mereka merasa harus berhenti menyakiti kita, misalnya, kita tidak akan membuat mereka merasa bersalah, atau setidaknya membuat mereka merasa cukup bersalah sehingga mereka mau berubah. Kalaupun kita berhasil mendekati mereka, mereka hanya akan memilih untuk marah agar mereka dapat menghindari perasaan bersalah.

- An Intelligent Life,  Julian Short

MENGUBAH ORANG LAIN

Seharusnya kita tidak boleh mengubah orang lain,tapi kita semua ingin melakukannya. Kita juga semestinya tidak boleh ketahuan melakukannya. Orang tidak suka kalau kita berusaha mengubah mereka sebab kita sama saja melanggar wilayah mereka, dan agresi adalah respon pertama terhadap pelanggaran wilayah.

Kita dapat mengubah orang lain, tapi hanya dengan cara mengubah diri sendiri. Orang yang dapat kita ubah adalah mereka yag memiliki suatu hubungan dengan kita dan menghargai hubungan itu. Kalau orang ingin memahami kita, mereka akan memodifikasi diri mereka sehingga bisa cocok dengan diri kita.

Kalau kita bersikap seperti anak kecil, kita membuat orang berperan sebagai orang tua yang mendominasi kita. Kalau kita bersikap dengan cara yang mendominasi orang lain dan hubungan kita bertahan, kita akan memiliki pasangan dengan sikap seperti anak kecil yang bergantung kepada kita.

Cara paling mudah dan memuaskan untuk mengubah seseorang adalah dengan berlaku seperti orang dewasa yang baik dan bermartabat. Profil kepribadian yang paling sesuai dengan perilaku kita adalah, tentu saja, profil kepribadian seorang dewasa yang baik dan bermartabat. Ini adalah cara satu-satunya yang efektif dan berdampak jangka panjang untuk mengubah seseorang. Cara ini akan berhasil karena orang dewasa merasa paling baik saat mereka berlaku seperti orang dewasa.

Orang tidak selalu bisa bersikap seperti orang dewasa, tapi pada kondisi yang sesuai mereka seringkali memilih untuk berubah sesuai dengan kesetaraan sesama orang dewasa. Dengan bersikap baik dan bermartabat, kita membuat orang lain berbuat serupa. Ini adalah keuntungan ganda membuat kedua belah pihak merasa baik. Sebagaimana pada hewan, perilaku yang mendapatkan ganjaran akan meningkat frekwensinya. Tunjukkan kepada seseorang cara yang dapat diandalkan untuk merasa baik tentang dirinya sendiri dan Anda akan dapat mengubahnya.

Kadangkalakita jga dapat menghasilkan perubahan dalam diri seseorang dengan membuat komentar psikologis yang akurat kepadanya. Apabila kita menunjukkan tanda-tanda bahwa kita mengharapkan cinta kasih,menghindari penolakan, memburu kekuasaan atau menghindari kelemahan padaperilaku seseorang, ia bisa saja akan mendengarkan kita. Cara ini beresiko, tapi alternative lain yang kita miliki adalah tidak melakukan apapun atau mencoba melecehkan atau merendahkan. Cara-cara ini hanya akan berhasil untuk waktu singkat.

- An Intelligent Life,  Julian Short

Jumat, 22 Juli 2016

MENJADI DIRI SENDIRI

“Jadilah diri sendiri” – biasanya ditemani sugesti yang lain seperti “tenanglah” atau “jangan khawatir” – kedengarannya adalah nasehat yang bagus. Tapi kebanyakan dari diri kita tidak tahu siapa kita sebenarnya, jadi bagaimana caranya kita harus menjadi diri sendiri adalah suatu misteri.

Jelas sekali kalau nasehat ini berasal dari seseorang yang memihak kita, yang ingin berkata : “Kamu itu orangnya kompeten dan baik, dan orang akan menyukaimu. Jadi kamu tidak usah menambah usaha untuk menjadi super baik atau sangat pintar”. Seringkali ia juga akan menambahkan : “Aku lihat kamu itu orangnya rapuh dan terbiasa melakukan sesuatu secara sedikit berlebihan. Jangan merusak usahamu dengan berusaha terlalu keras”.


Jadi, apa aturan-aturannya? Sedehana saja. Aturan-aturannya selalu sama :

Perlakukan siapa saja seakan kita percaya kalau ia menyukai kita.

Cobalah untuk bertindak dengan kebaikan dan harga diri.

Kalau kita mengikuti aturan-aturan diatas, kita akan mendapati hidup begitu menyenangkan dan kita tak perlu repot-repot bertanya : “Sebenarnya siapa sih aku?”

- An Intelligent Life,  Julian Short

KESOMBONGAN

Sebagian orang angkuh sebab mereka benar-benar yakin bahwa mereka lebih baik dari orang lain. Mungkin saja mereka memang benar, tapi hanya kalau  yang dimaksud dengan “lebih baik”diukur dari status atau memiliki kekuasaan untuk mendapatkan lebih banyak wilayah.

Kalau kita percaya kalau kita memang yang terbaik –walapupun tak banyak yang meyakini ini, bahkan mereka yang paling angkuh sekalipun- akal sehat akan memberitahu kita untuk tidak menggembor-gemborkan kepuasan diri kita, atau kita harus membayar kesombongan kita itu.

Di hutan belantara, kera yang paling kuat menguasai wilayah dan kera-kera betina.  Dalam masyarakat manusia seringkali kita bisa bersikap sombong sebab sifat kera kita masih cukup tampak. Hal ini berlaku untuk kedua jenis kelamin. Mobil sport, pakaian mahal dan benda-benda mewah lain dapat memiliki pengaruh afrodisiak yang kuat. Para model diajari untuk dapat berakting angkuh dan seakan tak dapat diraih. Tapi mengirimkan sinyal yang terlalu jelas kalau kita berkuasa tak akan selalu membuat kita mendapatkan pasangan atau teman sejati.

Sikap congkak dan tinggi hati kebanyakan adalah hasil usaha melindungi emosi. Ini berdasarkan kenyataan bahwa orang yang memang menyukai dri mereka sendiri lebih disukai orang lain. Semua orang tahu ini secara naluriah, tapi sebagian orang mencoba menunjukkan kalau mereka memiliki cinta kepada diri sendiri secara berlebihan, begitu berlebihannya sehingga mereka tidak memerlukan orang lain.

- An Intelligent Life,  Julian Short

KEGELISAHAN

Rasa gelisah adalah tanda perinagtan dini alami. Kita merasa gelisah saat kita merasa ada harimau di dekat kita, bahkan sebelum kita melihatnya. Kegelisahan telah berevolusi menjadi rasa tidak nyaman yang tidak menyenangkan dan bersifat menganggu, suatu hal yang begitu buruk sehingga kita mencoba lari darinya,dan bukannya menungu hingga harimaunya benar-benar dekat dan siap merobek tenggorokan kita.

Rasa gelisah adalah alat bertahan hidup yang orisinil dan kita masih memerlukannya. Jika otak kera kita memberitahu kita akan adanya bahaya, jangan memintanya untuk tenang. Setiap pikiran hewan yang rasional akan memilih untuk bersikap waspada dan gelisah apabilaada sesuatu yang bisa membunuhnya.

Kalau kita ingin mengurangi rasa gelisah, memahami drongan yang membuat kita geisha harus menjadi langkah awal dalam menata emosi kita. Apabila otak kera kita mengantisipasi penolakan atau kekecewaan, ia akan berteriak memperingatkan kita sebelum kita celaka. Kalau kita tidak memiliki system pasti untuk memahami dan mengatasi tanda bahaya, kita tak akan dapat mengontrol rasa gelisah. Begitu kita memahami mengapa rasa gelisah kita sebetulnya tidak beralasan dan kita dapat merencanakan tindakan yang rasional, terapi relaksasi atau meditasi yang kita ikuti akan lebih efektif. Menenangkan diri akan terasa lebih mudah kalau kita yakin tidak ada harimau yang siap menerkam dibelakang kita.

Pemahaman memberikan kita control.

- An Intelligent Life,  Julian Short

KEMARAHAN, AGRESI DAN KEKERASAN

Kemarahan mengalami evolusi  terutama sebagai motivasi untuk memppertahankan wilayah. Ini berarti kejadian yang membuat kita marah adalah pelanggaran wilayah, pelanggaran hak, ketidakadilan, atau pelecehan, entah itu bersifat nyata atau hanya dalam imajinasi kita.

Kita semua marah kalau dianggap remeh. Sebagian orang marah ketika mereka ditolak. Kemarahan sebagai respon tehadap penolakan memiliki dua macam potensi. Entah kita menganggap teman atau kekasih sebagai hak milik sehingga kemarahan kita adalah kemarahan karena wilayah, atau kita merasa rapuh sehingga otak kera kita meyakinkan bahwa kalau kita sendirian maka kita akan mati. Jika demikian, kemarahan kita kepada seseorang yang kita anggap akan membinasakan kita dengan cara meninggalkan kita.

Ada beberapa hal yang layak diperhatikan :

1.    apabila cinta kita dapat berbalik menjadi kebencian ketika seseorang meninggalkan kita, kita perlu mempertanyakan seberapa tulus cinta kita sebenarnya.


2.    semakin kita tidak suka pada diri sendiri, semakin besar resiko kita secara sengaja memompa kemarahan kita agar dapat memblok perasaan tidak berdaya akibat rasa gelisah dan putus asa. Menggunakan kemarahan sebagai obat adalah cara mencari jalan pintas.

3.    apabilakita marah terhadap sesuatu, sepantasnya kita melihat diri sendiri, sebab bisa saja sebagian kemarahan itu adalah terhadap diri sendiri. Kita mungkin marah sebab kita telah membuat diri sendiri merasa kecil. Kita memutuskan kalau kita lemah, terlalu murah hati atau tidak mampu mebela diri sendiri. Jika kita mendengar diri sendiri memprotes bahwa kita telah dimanfaatkan oleh orang lain, bisa saja itu disebabkan kita merasa belum mendapatkan cinta dan penghargaan yang kita rasa pantas untuk diterima.

4.    observasi juga perlu sebaliknya. Siapapun yang marah terhadap kita tanpa alasan yang jelas melakukannya karena ia merasa buruk terhadap diri sendiri. Jika observasi singkat atas nurani kita menunjukkan kita tidak berbuat salah, itu artinya orang yang marah kepada kita berusaha menyerang kita sebelum kita dapat menolak atau menunjukkan kelemahan yang ada pada dirinya.

- An Intelligent Life,  Julian Short

KARMA

Karma bukanlah hukuman. Bukan pula takdir yang dijatuhkan oleh kekuatan di luar diri kita. Karma adalah kesadaran bahwa setiap tindakan yang...