Rabu, 06 November 2019

MENERIMA DIRI SENDIRI

Ini adalah ajaran dasarku kepadamu, semesta sudah menerima engkau. Engkau tidak harus berusaha untuk mendapatkan penerimaan itu, engkau sudah layak. Bersantailah. Nikmatilah cara semesta telah membuat engkau.

Jika ia telah menaruh rasa penakut dalam dirimu, maka pasti ada alasan didalamnya. Percayalah dan terimalah itu. Dan apa salahnya menjadi seorang penakut? Dan apa salahnya dalam merasa takut? Hanya orang idiot yang tidak merasa takut, orang dungu yang tidak takut.

Jika ular lewat di jalan, engkau akan melompat segera. Hanya orang tolol, bodoh, idiot, tidak akan takut pada ular. Tetapi yang cerdas. Semakin cerdas engkau, semakin cepat engkau akan melompat. Ini adalah bagian dari kecerdasan. Ini sangat bagus. Ini membantu hidupmu, ini melindungi engkau.

Namun ideologi bodoh telah diberikan kepada manusia. Dan bahkan ketika engkau ada disini, engkau terus bertahan dalam pola lamamu. Engkau tidak mendengarkan aku, pada apa yang sedang aku katakan. Aku berkata, “Apapun engkau, terimalah itu tanpa syarat. Dan penerimaan adalah kunci untuk perubahan".

Aku tidak sedang mengatakan, “Terimalah dirimu sendiri” supaya bisa berubah, jika tidak engkau tidak menerima dirimu sama sekali, karena didalam keinginannya adalah untuk berubah. Engkau berkata, “Baik, jika ini membawa perubahan maka aku akan menerima diriku”. Tetapi ini bukan penerimaan itu. Engkau telah melewatkan seluruh intinya. Engkau masih menginginkan perubahan. Itulah mengapa pada akhirnya engkau bertanya, "Bagaimana aku akan menjadi bebas jika aku menerima diriku?"

ORANG TIDAK PERLU PERGI KE GEREJA ATAU PURA ATAU MASJID

Orang tidak perlu pergi ke gereja atau pura atau masjid, orang tidak perlu menjadi Kristen atau Hindu atau muslim, untuk menjadi religius, ia hanya perlu menjadi penuh kasih. Tuhan mengerti hanya satu bahasa, bahasa cinta. Jika engkau mencintai semesta-Nya, engkau telah mengatakan apapun yang perlu dikatakan kepada-Nya.

Tetapi orang-orang terus melakukan jenis-jenis doa yang kekanak-kanakan. Doa-doa itu kekanak-kanakan karena ketika engkau dulu masih kecil, doa-doa itu diajarkan kepadamu. Setiap anak diberitakukan, "Ucapkanlah doamu sebelum engkau pergi tidur," jadi setiap anak menggumamkan sebuah doa, cepat-cepat menyelesaikannya, menarik selimutnya dan melupakan semua tentang doa begitu itu selesai. Lalu doa menjadi satu kebiasaan dan orang-orang terus mengucapkannya seluruh hidup mereka.

Tetapi ini bukan doa, ini kebodohan belaka. Menggunakan kata-kata dengan Tuhan itu bodoh. Satu-satunya bahasa yang dipahaminya adalah kasih, keheningan. Jadi cintailah kehidupan dan doamu akan terus mencapai-Nya. Dan lalu tidak perlu untuk berdoa pada waktu tertentu, dengan ritual tertentu. Agama itu bukan ritual, dan kapanpun agama menjadi ritual, agama itu mati. Agama adalah cinta yang hidup, berdenyut, bergetar.

- Osho

Senin, 04 November 2019

KESADARAN INI ADALAH ROH PEMBIMBING DARI SETIAP ORANG

Hal pertama adalah engkau memiliki pembimbing didalam dirimu tapi engkau tidak menggunakannya. Dan engkau tidak pernah menggunakannya untuk waktu yang begitu lama, untuk begitu banyak kehidupan, sehingga engkau bahkan mungkin tidak sadar bahwa satu pembimbing ada didalam dirimu. Aku dulu membaca buku karangan Castaneda. Masternya, Don Juan, memberinya satu percobaan/eksperimen yang indah untuk dilakukan. Ini adalah salah satu dari percobaannya yang tertua.

Pada malam yang gelap, di jalur yang sangat berbukit-bukit, berbahaya, tanpa cahaya apapun, master dari Castaneda berkata, "Engkau percayalah saja pada pembimbing didalam dan mulailah berlari". Disana berbahaya. Disana adalah jalur berbukit, tidak dikenal, dengan pepohonan, semak-semak dan jurang. Dia bisa jatuh dimana saja. Bahkan di siang hari ia harus waspada dalam berjalan disana, dan pada malam hari semuanya gelap gulita. Dia tidak dapat melihat apa pun dan masternya berkata, "Jangan berjalan, larilah!" Dia tidak bisa mempercayainya! Hal itu hanya bunuh diri. Dia menjadi ketakutan tapi masternya berlari. Dia berlari persis seperti binatang liar dan kembali lagi dengan berlari. Dan Castaneda tidak bisa mengerti bagaimana masternya melakukannya. Tidak hanya ia berlari dalam kegelapan ini, tapi setiap kali dia berlari, ia langsung menuju ke arahnya, seolah-olah dia bisa melihat. Kemudian perlahan-lahan Castaneda mengumpulkan keberanian. Jika orang tua ini bisa melakukan hal ini, mengapa dia tidak? Dia mencobanya, dan perlahan-lahan dia merasakan sebuah cahaya batin masuk. Kemudian dia mulai berlari.

ANTARA EGO YANG BISA ADA, ATAU KEBENARAN

Antara ego yang bisa ada, atau kebenaran. Biasanya kita semua memilih ego dan kita mengorbankan segala sesuatunya demi ego. Dan ego tidak pernah memberimu apapun. Ego berjanji tetapi ia tidak pernah memenuhinya. Ia adalah politisi hebat, selau berjanji, dan apapun yang engkau minta, ia segera berjanji untuk memberikannya kepadamu.

Jika engkau mengingat kembali, ego tidak pernah memenuhi janji apapun, ia tidak bisa, ia impoten. Tetapi ia pembual, ia terus membual. Dan ia selalu menemukan alasan mengapa engkau gagal kali ini, kali ini engkau tidak akan gagal, ambillah saja sedikit tindakan pencegahan. Dan setiap kali engkau gagal, ia akan menemukan logika, alasan, dan sekali lagi ia akan meyakinkanmu untuk meneruskan pergi di jalan yang sama.

Orang-orang menghabiskan seluruh hidup mereka dengan sangat berharap, walaupun tahu itu tidak mungkin, bahwa sesuatu akan mewujud. Tidak ada sesuatupun pernah mewujud dari ego. Ego itu seperti padang pasir, tidak ada sesuatupun yang tumbuh didalamnya.

- Osho

Minggu, 03 November 2019

ORANG BISA MENEMPUH PERJALANAN SEPANJANG 16.000 KM DENGAN SEBUAH LAMPU KECIL

Orang bisa menempuh perjalanan sepanjang 16.000 km dengan sebuah lampu kecil, ia tidak perlu membawa seluruh matahari. Dan cinta adalah lampu kecil didalam hati, tapi itu cukup, tidak ada hal lain yang dibutuhkan untuk ziarah kehidupan. Dan ia terus menunjukkanmu jalan yang benar.

Dengan mendengarkan hatimu sendiri, tidak perlu untuk mendengar perintah manapun dari luar. Karena Tuhan terus berbisik didalam dirimu dan menunjukkanmu jalannya. Karena orang-orang tidak mendengarkan suara hatinya sendiri, mereka dieksploitasi oleh para imam dan politisi.

Para imam dan politisi terus memberitahu orang-orang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, dan tentu saja mereka memikirkan kepentingan mereka sendiri, mereka tidak peduli tentang dirimu. Apa yang mereka katakan, yang seharusnya engkau lakukan, adalah untuk kepentingan pribadi mereka. Tentu saja, mengapa mereka perlu khawatir tentang dirimu. Mereka khawatir tentang kepentingan pribadi mereka sendiri.

Mereka memperbudakmu melalui kata-kata indah, moralitas, agama, spiritualitas, tetapi keseluruhan keinginan mereka adalah bagaimana cara memperbudak orang banyak, bagaimana cara memenjarakan orang banyak.

- Osho

Sabtu, 02 November 2019

JIKA ENGKAU MENJUMPAI SESEORANG YANG PERFEKSIONIS

Jika engkau menjumpai seseorang yang perfeksionis, seorang manusia religius palsu, maka semua yang engkau lihat adalah buatan manusia, tidak akan ada keanggunan. Segala sesuatu harus jelas, setiap gerakan diperhitungkan, licik.

Semua yang dia lakukan adalah disiplin, bukan spontanitas. Dia hidup dalam aturan, aturannya sendiri menjadi penjaranya. Dia tidak bisa tertawa, dia tidak bisa menjadi anak kecil, dia tidak bisa menjadi bunga. Apapun yang dia lakukan, begitu banyak usaha yang telah dia lakukan didalamnya sehingga semuanya menjadi tegang dan menjadi salah. Itu bukan sebuah aliran yang spontan.

Seseorang yang tidak memercayai energi hidupnya sendiri tidak bisa memercayai siapapun. Dia adalah musuh umat manusia, seorang peracun. Dan para peracun sangat pandai bicara, mereka harus seperti itu, karena mereka harus berdebat dan membela diri, dan mereka harus bergantung pada pikiran mereka sendiri.

Dan para peracun ini telah melakukan kerusakan yang begitu mendalam, seperti sebuah luka pada seluruh umat manusia, sehingga tidak mungkin untuk berpikir bagaimana manusia dapat keluar darinya. Mereka telah meracuni semuanya: “Ini buruk, itu buruk, ini adalah dosa, itu adalah rasa bersalah”. Dan mereka telah menciptakan kekacauan di sekelilingmu sehingga apapun yang engkau lakukan, engkau akan merasa bersalah. Jika engkau tidak melakukannya, engkau akan merasa bersalah karena itu adalah alami.

Jika engkau mencintai engkau telah gagal, jika engkau tidak mencintai engkau terus merasakan keinginan yang mendalam untuk mencintai. Itu berasal dari alam, tidak ada yang salah didalamnya. Itu sama alaminya dengan kelaparan dan kehausan, dan seindah kelaparan dan kehausan. Tetapi orang-orang sucimu ingin engkau menjadi manusia plastic, tidak lapar, tidak haus, tidak ada cinta, maka engkau sempurna.

Tetapi sebagaimana kehidupan, kehidupan itu lembut, ia bukan plastik, ia sangat lembut. Engkau tidak memiliki kabel, engkau memiliki saraf.

- Osho

Jumat, 01 November 2019

DUA KATA YANG HARUS DIPAHAMI

Dua kata yang harus dipahami: satu adalah kesempurnaan, yang lain adalah keutuhan. Orang yang benar-benar religius peduli dengan keutuhan, tidak pernah dengan kesempurnaan, dan orang yang religius palsu peduli dengan kesempurnaan, tidak pernah dengan keutuhan.

Keutuhan berarti, “Aku tidak ada, keseluruhanlah yang ada”. Dan itu sempurna, karena bagaimana mungkin itu menjadi yang sebaliknya?

Tidak ada perbandingan, tidak ada orang lain. Tetapi jika engkau berpikir dalam hal kesempurnaan, moralitas, ideal, karakter, engkau harus sempurna, maka engkau akan menjadi gila.

Itulah sebabnya di dunia agama engkau melihat orang yang paling egois, karena mereka berusaha menjadi sempurna dalam segala hal. Mereka menuntut kesempurnaan. Mereka tidak bisa rileks, mereka akan selalu tegang. Dan selalu ada sesuatu yang salah dan mereka harus memperbaikinya dan mereka akan selalu tetap dalam kecemasan.

Seorang manusia dari pengertian tetap rileks. Itu tidak berarti bahwa dia tidak peduli. Tidak, dia peduli tapi dia tahu batasannya. Dia peduli, tetapi dia tahu bahwa dia hanyalah bagian. Dia tidak pernah menganggap dirinya sebagai keseluruhan, jadi dia tidak pernah khawatir.

Seorang perfeksionis tidak pernah memiliki rasa percaya karena dia selalu mencari kesalahan. Dia tidak pernah mempercayai apapun. Bahkan jika engkau memberikannya bunga mawar, dia akan segera menemukan ketidaksempurnaan. Dia tidak akan melihat mawar itu, dia akan melihat ketidaksempurnaan. Matanya adalah logika, bukan cinta. Dia selalu ragu, dia tidak bisa mempercayai siapapun, karena dia tidak bisa mempercayai dirinya sendiri.

Engkau pergilah kepada yang disebut orang-orang sucimu, mereka tidak bisa mempercayai diri mereka sendiri. Mereka takut, karena apapun yang mereka telah paksakan adalah pemaksaan, itu tidak alami dan mereka tahu jika mereka rileks maka segala sesuatu menjadi salah.

- Osho

KARMA

Karma bukanlah hukuman. Bukan pula takdir yang dijatuhkan oleh kekuatan di luar diri kita. Karma adalah kesadaran bahwa setiap tindakan yang...