Antara ego yang bisa ada, atau kebenaran. Biasanya kita semua memilih ego dan kita mengorbankan segala sesuatunya demi ego. Dan ego tidak pernah memberimu apapun. Ego berjanji tetapi ia tidak pernah memenuhinya. Ia adalah politisi hebat, selau berjanji, dan apapun yang engkau minta, ia segera berjanji untuk memberikannya kepadamu.
Jika engkau mengingat kembali, ego tidak pernah memenuhi janji apapun, ia tidak bisa, ia impoten. Tetapi ia pembual, ia terus membual. Dan ia selalu menemukan alasan mengapa engkau gagal kali ini, kali ini engkau tidak akan gagal, ambillah saja sedikit tindakan pencegahan. Dan setiap kali engkau gagal, ia akan menemukan logika, alasan, dan sekali lagi ia akan meyakinkanmu untuk meneruskan pergi di jalan yang sama.
Orang-orang menghabiskan seluruh hidup mereka dengan sangat berharap, walaupun tahu itu tidak mungkin, bahwa sesuatu akan mewujud. Tidak ada sesuatupun pernah mewujud dari ego. Ego itu seperti padang pasir, tidak ada sesuatupun yang tumbuh didalamnya.
- Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ketika Telur Lebih Berharga daripada Manusia
Di sebuah jalan, sebuah truk kecil terguling. Seorang sopir terjebak di balik kabin yang ringsek. Di saat seperti itu, waktu adalah nyawa. S...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar