Orang tidak perlu pergi ke gereja atau pura atau masjid, orang tidak perlu menjadi Kristen atau Hindu atau muslim, untuk menjadi religius, ia hanya perlu menjadi penuh kasih. Tuhan mengerti hanya satu bahasa, bahasa cinta. Jika engkau mencintai semesta-Nya, engkau telah mengatakan apapun yang perlu dikatakan kepada-Nya.
Tetapi orang-orang terus melakukan jenis-jenis doa yang kekanak-kanakan. Doa-doa itu kekanak-kanakan karena ketika engkau dulu masih kecil, doa-doa itu diajarkan kepadamu. Setiap anak diberitakukan, "Ucapkanlah doamu sebelum engkau pergi tidur," jadi setiap anak menggumamkan sebuah doa, cepat-cepat menyelesaikannya, menarik selimutnya dan melupakan semua tentang doa begitu itu selesai. Lalu doa menjadi satu kebiasaan dan orang-orang terus mengucapkannya seluruh hidup mereka.
Tetapi ini bukan doa, ini kebodohan belaka. Menggunakan kata-kata dengan Tuhan itu bodoh. Satu-satunya bahasa yang dipahaminya adalah kasih, keheningan. Jadi cintailah kehidupan dan doamu akan terus mencapai-Nya. Dan lalu tidak perlu untuk berdoa pada waktu tertentu, dengan ritual tertentu. Agama itu bukan ritual, dan kapanpun agama menjadi ritual, agama itu mati. Agama adalah cinta yang hidup, berdenyut, bergetar.
- Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ketika Telur Lebih Berharga daripada Manusia
Di sebuah jalan, sebuah truk kecil terguling. Seorang sopir terjebak di balik kabin yang ringsek. Di saat seperti itu, waktu adalah nyawa. S...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar