Minggu, 06 September 2020

DOSA DAN KESADARAN BAGIAN 2

Bagiku, Upanishad menembus lebih dalam karena menjangkau batin makhluk yang paling dalam, ke inti masalah. Sikap Kristen atau Yahudi lebih dangkal karena hanya menyentuh pinggiran. Mereka menyentuh penampilannya, bukan makhluknya. Dan mereka berpikir bahwa dengan mengubah tindakan, makhluk itu akan berubah. Ini tidak mungkin. engkau dapat terus mengubah tindakan tetapi makhluk tidak dapat diubah karena pinggiran tidak dapat mengubah pusat, yang di luar tidak dapat mengubah bagian dalam, bagian yang dangkal tidak dapat mengubah kedalamannya. Tetapi jika engkau mengubah pusatnya, pinggirannya akan berubah secara otomatis; jika engkau mengubah bagian dalamnya, bagian luar mengikutinya.

Jika Aku mengubahmu, bayanganmu akan berubah. Tetapi jika Aku mencoba melukis bayanganmu dan mengubahnya, engkau tidak akan berubah karenanya. Dan seluruh usahaku akan sia-sia karena bayangan bahkan tidak bisa dilukis. Jika engkau bergerak, bayangan akan bergerak bersamamu dan cat-ku akan tetap di bumi dan bayanganmu tidak akan tersentuh. Bekerja dengan merubah tindakan seperti bekerja dengan bayangan. Apa yang engkau lakukan hanya dangkal. Siapa dirimu, apa keberadaanmu, adalah hal yang utama.

JADILAH ORANG EGOIS

Jika engkau tidak egois, engkau tidak akan bisa melakukan kebajikan, ingatlah. Jika engkau tidak egois, engkau tidak akan bisa menjadi orang yang tidak egois, ingatlah. Hanya orang yang sangat egois yang bisa tidak egois. Tetapi ini harus dipahami karena terlihat seperti paradoks.

Apa artinya egois? Hal mendasar pertama adalah menjadi orang yang egois. Hal dasar kedua adalah selalu mencari kebahagiaan orang lain. Jika engkau orang yang egois, engkau akan egois dalam semua tindakanmu. Engkau pergi dan melayani orang tetapi engkau akan melakukannya hanya karena engkau menikmatinya, karena engkau suka melakukannya, engkau merasa senang dan bahagia melakukannya - engkau melakukannya untuk dirimu sendiri. Engkau tidak melakukan tugas apa pun; engkau tidak melayani kemanusiaan. Engkau bukanlah seorang martir yang hebat; engkau tidak berkorban. Ini semua adalah istilah yang tidak masuk akal. Engkau hanya merasa bahagia dengan caramu sendiri -ini akan terasa lebih menyenangkan bagimu. Engkau pergi ke rumah sakit dan melayani orang sakit di sana, atau engkau pergi ke orang miskin dan melayani mereka, tetapi engkau melakukan itu semua karena engkau menyukainya. Begitulah caramu tumbuh. Jauh di lubuk hatimu, engkau merasa bahagia dan tenang, bahagia akan dirimu sendiri.

DOSA DAN KESADARAN BAGIAN 1

Konsep dosa dalam Kristen berbeda dengan konsep dosa di Hindu dan Buddha. Konsep dosa dalam agama Kristen, dalam Alkitab, terkait dengan tindakanmu - dengan apa yang engkau lakukan. Apa yang engkau lakukan mungkin dosa, atau mungkin bukan dosa; mungkin suatu kebajikan, tetapi konsep dosa itu terkait dengan perbuatanmu. Bagi Upanishad, dosa tidak terkait dengan perbuatan. Apa yang engkau lakukan tidak relevan. Siapa dirimu, itulah yang relevan. Yang penting bukanlah perbuatannya tetapi keberadaannya.

Jadi siapa yang disebut orang berdosa? Yaitu orang yang bodoh, yang tidak menyadari dirinya sendiri. Karena ketidaktahuan ini, perbuatannya menjadi dosa. Perbuatan tersebut bisa menjadi dosa hanya karena pelakunya cuek, tidak sadar, tidak terjaga, sedang hidup dalam keadaan tidur. Ketidaktahuan adalah dosa dan kesadaran adalah kebajikan. Tindakanmu tidak relevan karena tidak penting; pusatnya adalah kesadaranmu. Jika ada yang salah dengan kesadaran, tindakanmu akan salah. Jika kesadaran sudah benar, tindakanmu akan mengikuti.

TENTANG PENYERAHAN DIRI

Pertanyaan:

Osho, penyerahan diriku berorientasi pada tujuan. Aku menyerahkan diri untuk menemukan kebebasan, jadi itu sama sekali bukan penyerahan diri. Aku menyaksikannya, tetapi masalahnya adalah: selalu ada "Aku" yang menyaksikan. Karena itu setiap realisasi dari menyaksikan itu menjadi penguatan ego. Aku tertipu oleh egoku.

Jawaban Osho:

Engkau belum memahami apa itu penyerahan diri. Hal pertama yang harus diingat tentang penyerahan diri adalah: engkau tidak bisa melakukannya, itu bukan perbuatan. Engkau dapat mencegahnya terjadi, tetapi engkau tidak dapat mengatur agar hal itu terjadi. Kekuasaanmu atas penyerahan diri hanya negatif: Engkau bisa mencegahnya, tetapi engkau tidak bisa melakukannya.

SADAR DAN BAHAGIALAH

Melihat kebenaran akan mengubahmu. Kebenaranlah yang membebaskanmu. Lihatlah dengan jelas! Orang tuamu telah menghancurkanmu. Keinginan mereka bagus, tetapi kesadaran mereka tidak baik; mereka bukanlah orang yang sadar. Mereka ingin engkau bahagia, tentu saja, mereka berharap kalian bahagia. Itulah mengapa mereka ingin engkau menjadi orang kaya, manusia terhormat; itulah mengapa mereka mengekang keinginanmu, menebas keinginanmu, membentukmu, mencetakmu, membuatmu terstruktur, memberimu karakter, menekankan banyak hal, memaksakan banyak hal. Mereka melakukan apa pun yang mereka bisa. Keinginan mereka benar: mereka ingin engkau bahagia, meskipun mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan, meskipun mereka sendiri tidak pernah tahu apa itu kebahagiaan.

Selasa, 01 September 2020

KUDA BALAP DAN KURA-KURA

Stres tidak selalu salah; kalau kita bisa menggunakannya dengan cara yang indah. Stres belum tentu negatif. Tetapi jika kita berpikir bahwa stres itu negatif, stres itu tidak baik, maka kita telah menciptakan masalah. Stres itu sendiri bisa dijadikan batu loncatan, bisa menjadi kekuatan kreatif. Tetapi kita telah diajarkan selama berabad-abad bahwa stres itu buruk, sehingga ketika engkau berada dalam stres jenis apa pun, engkau ketakutan. Dan ketakutanmu membuat dirimu semakin stres; situasinya tidak terbantu oleh rasa takut itu.

Misalnya, ada beberapa situasi di pasar modal dan itu menciptakan stres. Pada saat engkau merasakan ada sedikit ketegangan, sedikit stres, engkau menjadi takut dan berpikir bahwa ini seharusnya tidak terjadi. Engkau berkata: "Aku harus santai." Sekarang, kalau engkau mencoba untuk rileks, percobaanmu tidak akan membantu, karena engkau tidak bisa rileks; bahkan sebenarnya, mencoba untuk rileks akan menciptakan jenis stres baru. Stres ada di sana dan engkau mencoba untuk rileks dan engkau tidak bisa, jadi engkau malah memperumit masalah.

MEMANFAATKAN MASA BENCANA

Masa-masa bencana membuatmu sadar akan kenyataan hidup sebagaimana adanya. Bahwa kehidupan ini selalu rapuh; setiap orang selalu dalam bahaya. Hanya saja, di saat-saat normal engkau tertidur lelap, jadi engkau tidak melihatnya: engkau terus bermimpi, membayangkan hal-hal indah untuk hari-hari mendatang, untuk masa depan. Tetapi pada saat bahaya sudah dekat, maka tiba-tiba engkau menjadi sadar bahwa mungkin tidak ada masa depan, tidak ada hari esok, bahwa inilah satu-satunya momen yang engkau miliki.

Masa-masa bencana sangat membuka pikiran/pemahaman. Bencana tidak membawa sesuatu yang baru ke dunia; hanya membuatmu sadar akan dunia sebagaimana adanya - mereka membangunkanmu, membuatmu terjaga. Jika engkau tidak memahami ini, engkau akan gila. Jika engkau memahami ini, engkau akan tersadarkan.

Semua tergantung padamu bagaimana engkau menggunakan saat ini: engkau bisa panik, engkau bisa gila, engkau bisa hancur dalam ketakutan, engkau bisa menangis. Tetapi itu tidak akan membantu keluargamu atau temanmu atau kekasihmu. Itu juga tidak akan membantumu.

KARMA

Karma bukanlah hukuman. Bukan pula takdir yang dijatuhkan oleh kekuatan di luar diri kita. Karma adalah kesadaran bahwa setiap tindakan yang...