Doktrin yang baik, Dhamma. Buddha menyebut doktrin yang baik jika itu bukan doktrin. Jika itu adalah doktrin, maka itu bukan doktrin yang baik. Buddha menyebut filsafat sebagai filsafat yang baik jika itu bukan filsafat. Jika itu adalah filsafat maka itu bukanlah filsafat yang baik.
Doktrin adalah satu set, seperangkat, fenomena yang tetap. Alam semesta berubah; tidak ada doktrin yang bisa memuatnya. Tidak ada doktrin yang bisa cocok untuknya, tidak ada doktrin yang dapat melakukan keadilan terhadap segala keberadaan ini. Semua doktrin gagal.
Jadi Buddha berkata, 'Doktrinku bukanlah doktrin tetapi hanya sebuah penglihatan (vision). Aku tidak memberimu aturan yang ditetapkan, aku tidak memberi engkau sistem. ' Buddha berkata, 'Aku hanya memberi engkau pendekatan terhadap kenyataan. Aku hanya memberi engkau kunci untuk membuka pintu. Aku tidak mengatakan apa-apa tentang apa yang akan engkau lihat ketika engkau membuka pintu. Tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu."
Bayangkan saja seseorang yang selalu hidup di gua yang gelap, yang tidak tahu apa-apa tentang cahaya, yang tidak tahu apa-apa tentang warna, yang belum pernah melihat matahari atau bulan. Bagaimana engkau bisa memberi tahu dia tentang pelangi? Bagaimana engkau bisa berbicara dengannya tentang bintang? Bagaimana engkau bisa menggambarkan mawar kepadanya? Itu tidak mungkin. Dan apa pun yang engkau katakan kepadanya, jika dia memahaminya, itu akan salah. Dia akan menciptakan sebuah doktrin dan itu akan salah.
Jadi Buddha berkata, 'Aku tidak memberikan doktrin kepadamu. Aku hanya memberi engkau kunci untuk membuka pintu sehingga engkau dapat keluar dari gua gelap keberadaan mu dan engkau dapat melihat sendiri apa yang ada- YATHA BHUTAM, apa yang ada. ' Tidak ada yang dikatakan tentang itu; itu sebabnya ini bukan doktrin. Buddha bukanlah seorang filsuf. Ia adalah seorang dokter. Itulah tepatnya yang Ia katakan - bahwa 'Aku seorang dokter, bukan seorang filsuf'.
Seorang filsuf adalah orang yang terus berbicara tentang warna dan cahaya kepada orang buta, dan terus membingungkannya dan membingungkannya. Orang buta tidak mampu memahami apa pun tentang cahaya. Buddha berkata, 'Aku tidak akan berfilsafat tentang cahaya. Aku hanya akan memberimu obat, aku akan mencoba menyembuhkan matamu. Sehingga engkau bisa melihat sendiri. ' Ini disebut doktrin yang baik, ini disebut Dhamma. Ini adalah penglihatan yang benar-benar berbeda.
-Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Yang Harus Diurus Negara
Ada orang yang kalau datang ke hajatan langsung ikut ngatur parkiran, menu prasmanan, posisi kursi, sampai cara pengantin tersenyum. Niatnya...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Orang yang baru saja datang itu adalah kekasih yang memiliki kerendahan hati. Sifatnya memang demikian. Dia seperti cabang yang memiliki dem...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar