Ini adalah salah satu kejahatan yang telah dilakukan terhadap semua orang dimanapun dalam masyarakat manusia: engkau terus-menerus dikondisikan dan diberi tahu bahwa engkau tidak layak. Karena pengondisian ini, bagian utama umat manusia telah menyerah bahkan menginginkan petualangan apapun, petualangan ke bintang-bintang, mereka begitu yakin akan ketidaklayakan mereka.
Orang tua mereka mengatakan kepada mereka, "Engkau tidak layak". Guru-guru mereka mengatakan kepada mereka, "Engkau tidak layak". Imam agama mereka mengatakan kepada mereka, "Engkau tidak layak." Semua orang memaksakan gagasan pada mereka bahwa mereka tidak layak. Tentu saja mereka menerima gagasan itu.
Ketika engkau menerima gagasan ketidaklayakan, engkau secara alami akan tertutup. Engkau tidak bisa percaya bahwa engkau memiliki sayap, bahwa seluruh langit adalah milikmu, bahwa engkau hanya perlu membuka sayapmu dan langit akan menjadi milikmu, dengan semua bintang-bintangnya.
Ini bukan masalah entah dimana engkau lupa membuka satu pintu. Engkau tidak punya pintu, engkau tidak punya tembok. Ketidaklayakan ini hanyalah sebuah konsep, sebuah gagasan. Engkau terhipnotis oleh gagasan itu.
Sejak dari permulaan, semua budaya, semua masyarakat telah menggunakan hipnotisme untuk menghancurkan individu, kebebasan mereka, keunikan mereka, kejeniusan mereka, karena kepentingan-kepentingan yang ada tidak membutuhkan kejeniusan, tidak membutuhkan individu yang unik, tidak membutuhkan orang. yang mencintai kebebasan. Mereka membutuhkan budak, dan satu-satunya cara psikologis untuk menciptakan budak adalah dengan mengondisikan pikiranmu bahwa engkau tidak layak, bahwa engkau tidak pantas mendapatkan apapun, bahwa engkau bahkan tidak layak mendapatkan apapun yang engkau miliki,
- Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar