Berikhlas diri adalah pemahaman yang mendalam tentang fenomena bahwa kita adalah bagian dari satu semesta. Kita tidak mampu memiliki ego terpisah, kita adalah satu dengan keseluruhan. Dan semuanya sangat luas, sangat besar.
Pemahamanmu akan membantu engkau untuk bergerak bersama dengan keseluruhan, kemanapun ia pergi. Engkau tidak memiliki tujuan yang terpisah dari keseluruhan, dan keseluruhan tidak memiliki tujuan. Ia tidak kemana-mana.
Pemahaman tentang berikhlas diri membantumu untuk sekadar berada disini, tanpa tujuan apapun, tanpa gagasan pencapaian apapun, tanpa konflik, pergumulan, atau perjuangan apapun, mengetahui bahwa pergumulan dengan diri sendiri adalah hal yang bodoh.
- Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Orang yang baru saja datang itu adalah kekasih yang memiliki kerendahan hati. Sifatnya memang demikian. Dia seperti cabang yang memiliki dem...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar