Ketika engkau seperti sebuah batu, duduk mati dengan kesedihanmu, memelihara kesedihanmu, tidak ada yang bersamamu.
Tidak ada yang bisa bersamamu. Disana hanya akan ada sebuah jarak antara engkau dan kehidupan. Maka apapun yang engkau lakukan, engkau harus bergantung pada sumber energimu. Energi itu akan terhambur, engkau membuang-buang energi, engkau terkuras oleh omong kosongmu sendiri.
Tetapi satu hal ada disana, bahwa ketika engkau sedih dan negatif, engkau akan merasakan lebih banyak ego. Ketika engkau berbahagia, bahagia-sejati, bergembira, engkau tidak akan merasakan ego. Ketika engkau berbahagia dan bergembira tidak ada sang Aku, dan yang lainnya menghilang. Engkau dijembatani dengan semesta, bukan hancur terpisah, engkau bersama-sama.
- Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ketika Telur Lebih Berharga daripada Manusia
Di sebuah jalan, sebuah truk kecil terguling. Seorang sopir terjebak di balik kabin yang ringsek. Di saat seperti itu, waktu adalah nyawa. S...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar