Ingatlah, sampai engkau mati engkau tidak bisa dilahirkan kembali. Seperti dirimu adanya, engkau harus melewati kematian. Dan engkau melekat terlalu dalam pada kehidupan. Itu tidak akan membantu, kematian akan datang.
Tetapi kematian datang dalam dua cara. Satu cara, cara biasanya ia dating, engkau melekat pada kehidupan dan kematian datang sebagai musuh, engkau melawannya, engkau menahannya, engkau melakukan segala yang bisa engkau lakukan untuk menghindarinya. Tetapi bagaimana engkau bisa menghindarinya?
Dihari engkau dilahirkan, kematian menjadi pasti, setiap kelahiran membawa benih kematian. Sesungguhnya, dalam hidup tidak ada hal lain yang pasti selain itu. Segalanya sangat mungkin, tetapi kematian pasti. Itu akan terjadi. Engkau bisa menghindarinya, engkau bisa menundanya sedikit, tetapi itu tidak mengubah situasinya. Kematian akan terjadi.
Satu cara untuk menghadapi kematian adalah sebagai musuh, yang adalah cara sembilan puluh sembilan persen orang menghadapinya dan melewatkannya. Karena permusuhan mereka, mereka tidak bisa menggunakan kematian, mereka tidak bisa diuntungkan olehnya dan mereka tidak dapat dilayani oleh kematian.
Ada satu cara lain, untuk menerima kematian sebagai sahabat, untuk menerimanya sebagai bagian terdalam dari keberadaanmu, untuk menikmatinya, untuk menyambutnya, untuk siap baginya dan ketika ia datang untuk mendekapnya. Tiba-tiba sifat kematian berubah. Ia tidak lagi menjadi kematian, ia menjadi pintu. Ia tidak lagi menghancurkanmu; sebaliknya, engkau dilayani olehnya. Ia menuntunmu menuju keabadian.
Matilah, engkau akan harus mati. Tapi matilah dengan anggun.
-Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar