Yesus berkata, 'Musa memberikanmu hokum, Aku memberikanmu cinta.' Hukum itu baik, itu adalah pengganti cinta. Jika engkau tidak bisa mencintai, hukum diperlukan. Jika engkau bisa mencintai tidak perlu ada hukum apapun.
Begitu banyak hukum yang diperlukan karena manusia telah lupa cara mencintai. Dan semakin banyak hukum dibutuhkan setiap hari karena kita semakin lama semakin kehilangan, melupakan bahasa cinta. Kita melupakan apa itu cinta, Jadi cinta harus diganti oleh hukum.
Jika cinta hadir, hukum lenyap. Jika umat manusia dapat kembali belajar bagaimana mencintai dan dicintai, hukum tidak akan diperlukan.
Hukum adalah hal yang buruk, suatu keharusan, bukan sesuatu yang harus dibanggakan. Seseorang yang mengatakan, 'Aku adalah orang yang taat hukum,' hanya mengatakan bahwa dia mengekang dirinya sendiri. Dia belum mengerti kehidupan, dia belum mengalir.
-Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar