Minggu, 30 November 2025

Bab 8. Sifat Tao Seperti Air

Kebajikan yang luhur bagai air.

Air menghidupi segala mahluk tanpa mencari keuntungan.

Air selalu mencari tempat yang paling rendah, di tempat yang kotor sekalipun, maka air sifatnya seperti Tao.

 

Maka orang perlu mampu:

1. Menempatkan diri secara rendah hati,

2. Menggunakan akal pikirnya secara mendalam,

3. Menyelesaikan persoalan dengan baik,

4. Bertutur-kata tulus dan bisa dipercaya,

5. Memimpin dengan adil,

6. Mengerjakan tugas dengan bersemangat,

7. Bergerak pada waktu yang tepat.

 

Jika tidak ada pertikaian, maka tidak ada kesalahan.

 

Bab 7. Tao Bersifat Tidak Mementingkan Diri

Langit dan Bumi langgeng abadi.

Apakah sebabnya?

Karena tidak hidup untuk diri sendiri,

tetapi menghidupi segala makhluk dan semua benda di alam semesta.

 

Maka,

orang Bijak merendahkan dirinya dalam memimpin,

menyingkirkan ego diri agar bisa menemukan diri sejati.

Mengapa perlu melepaskan ego diri?

Karena hanya dengan sifat tidak mementingkan dirilah, aktualisasi diri dapat dicapai.

Bab 6. Roh Lembah

Roh kekal lembah seperti sifat perempuan yang misteri.

Gerbang sifat perempuan yang misteri bagaikan sumber dari Langit dan Bumi.

Senantiasa mengalir tak ada putusnya, tak akan habis digunakan.

Bab 5. Cawan

Langit dan Bumi itu adil tanpa kasih,

memandang segala hal bagaikan anjing dari jerami.

Orang Bijak itu adil tanpa kasih,

memperlakukan semua manusia bagaikan anjing dari jerami.

 

Bukankah alam sama seperti hembusan angin?

Kekosongan yang semakin diisi namun tidak bisa terisi penuh.

Semakin banyak digunakan, semakin banyak menghasilkan.

 

Terlalu banyak aturan menghasilkan kepayahan.

Lebih baik tetap menjadi cawan kosong.

Bab 4. Manfaat Tao

Jalan Tao adalah,

bagai cawan kosong yang semakin diisi air namun tidak bisa terisi penuh,

bagai air yang dalam dapat menjadi sumber segala hal.

 

Jalan Tao seperti,

menumpulkan ketajaman,

menguraikan kekalutan,

menyurutkan kegemilangan,

menjadi serupa debu.

 

Bagai air, yang tampak jernih di permukaan,

namun samar tersembunyi di kedalaman.

Aku tidak tahu asal-mula Tao, tapi ia telah ada sejak semula.

Bab 3. Memerintah Rakyat dengan Tao

Jangan membanggakan kepintaran, agar tidak menyebabkan rakyat berebut dan bersaing.

Jangan memuliakan benda-benda, agar tidak menimbulkan nafsu rakyat mencuri.

Jangan mempertontonkan keserakahan, agar pikiran rakyat tidak kalut.

 

Maka, seorang Raja Bijak memimpin dengan:

melemahkan nafsu, namun mengisi perut rakyat hingga kenyang,

melemahkan keserakahan, sebaliknya memperkuat tulang rakyat.

 

Senantiasa berusaha menjaga agar rakyat tidak berpengetahuan, tidak bernafsu-keserakahan.

Menjaga yang berpengetahuan agar tidak mengganggu.

Melakukan kebajikan tanpa berbuat, maka semua akan teratur dengan baik.

Bab 2. Sifat Samar Tao

Di dunia, orang menyebut sifat keindahan sebagai indah, maka muncul sifat keburukan.

Ketika orang menyebut sifat kebaikan sebagai baik, maka muncul sifat kejahatan.

 

Maka,

Ada dan tidak ada hadir bertumbuh bersama.

Sukar dan mudah hadir saling melengkapi satu sama lain.

Panjang dan pendek hadir saling membentuk satu sama lain.

Tinggi dan rendah hadir saling membandingkan satu sama lain.

Suara tinggi dan suara rendah hadir saling selaras antara satu sama lain.

Yang didepan dan yang dibelakang hadir saling mengikuti satu sama lain.

 

Maka dari itu,

orang Bijak melakukan kebajikan tanpa berbuat,

mengajar tanpa berkata-kata.

 

Segala hal,

tumbuh sewajarnya tanpa memulainya,

menghasilkan tanpa menguasai buahnya,

melakukan tanpa bergantung padanya.

Berjasa tetapi tidak menuntut apa-apa.

Karena tidak menuntut apa-apa, maka tidak kehilangan apa-apa.

KARMA

Karma bukanlah hukuman. Bukan pula takdir yang dijatuhkan oleh kekuatan di luar diri kita. Karma adalah kesadaran bahwa setiap tindakan yang...