Jangan membanggakan kepintaran, agar tidak menyebabkan rakyat berebut dan bersaing.
Jangan memuliakan benda-benda, agar tidak menimbulkan nafsu
rakyat mencuri.
Jangan mempertontonkan keserakahan, agar pikiran rakyat
tidak kalut.
Maka, seorang Raja Bijak memimpin dengan:
melemahkan nafsu, namun mengisi perut rakyat hingga kenyang,
melemahkan keserakahan, sebaliknya memperkuat tulang rakyat.
Senantiasa berusaha menjaga agar rakyat tidak
berpengetahuan, tidak bernafsu-keserakahan.
Menjaga yang berpengetahuan agar tidak mengganggu.
Melakukan kebajikan tanpa berbuat, maka semua akan
teratur dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar