Pikiran tidak bisa tetap dalam satu keadaan. Ia berubah dari positif ke negatif, dan dari negatif ke positif. Tapi tunggulah, dan cukup mengamati, karena segera yang positif akan datang lagi, dan kali ini akan lebih besar daripada yang pertama kali.
Tetapi ingatlah selalu bahwa pergantian yang negatif akan datang lagi. Hal ini seperti siang dan malam saling mengikuti satu sama lian.
Kecuali engkau melampaui keduanya, kecuali jika engkau menjadi seorang penyaksi yang murni sehingga engkau tidak terganggu oleh keduanya dan menjadi acuh tak acuh dan tidak peduli, keadaan-keadaan ini datang dan pergi.
Dan kecuali jika keadaan itu tiba, segala sesuatu akan selalu berubah, dari buruk menjadi baik, dari baik ke buruk.
Terkadang engkau akan mengalir dan bahagia, dan di waktu lain engkau akan merasa tidak bahagia dan beku.
Hal ini wajar, karena pikiran adalah sebuah roda yang terus bergerak. Satu jeruji muncul, lalu turun, yang lain muncul, lalu turun, ia terus bergerak seperti roda. Di India, kami mewakili kata 'dunia' dengan lambang roda.
Kata India untuk dunia, 'sansar', berarti roda. Sukses diikuti oleh kegagalan, harapan oleh keputusasaan, kebahagiaan oleh kesengsaraan.
Seseorang harus memahami bahwa ini adalah keadaan alami dari pikiran dan tidak bisa diubah. Yang terpenting adalah menerimanya, dan tidak teridentifikasi dengan pikiran.
Ketika kebahagiaan datang, jangan katakan, "Aku bahagia". Katakan, 'Kebahagiaan telah datang, aku adalah sang pengamat'. Tetap terpisah dan menjauh. Ketika ketidakbahagiaan datang, lakukan lagi hal yang sama. Amatilah, dan perhatikanlah faktanya: 'Ketidakbahagiaan telah datang'. Jangan membuat penghakiman, jangan melekat atau membuatnya menjauh, melainkan, amati saja.
Engkau akan melihat, perlahan-lahan, bahwa suasana hati datang dan pergi dan engkau tetap tidak terganggu. Itulah yang kita sebut kesadaran.
- Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Orang yang baru saja datang itu adalah kekasih yang memiliki kerendahan hati. Sifatnya memang demikian. Dia seperti cabang yang memiliki dem...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar