Pikiran selamanya terbatas oleh si pemikir yang terkondisi, si pemikir selamanya terkondisi dan tidak pernah bebas, jika pikiran muncul, dengan segera gagasan mengikuti.
Gagasan yang digunakan untuk bertindak mau tidak mau akan menciptakan lebih banyak kekacauan. Dengan mengetahui semua ini, mungkinkah untuk bertindak tanpa gagasan? Ya, itu adalah jalan cinta. Cinta bukanlah suatu gagasan, ia bukan perasaan, ia bukan ingatan, ia bukan perasaan menunda sesuatu, suatu alat untuk melindungi diri. Kita hanya dapat memahami jalan cinta apabila kita memahami seluruh proses gagasan. Nah, mungkinkah melepaskan semua jalan lain, dan memahami jalan cinta, yang adalah satu-satunya penebusan?
Tidak ada cara lain, baik politis maupun religius, yang akan memecahkan masalah itu. Ini bukan suatu teori yang Anda renungkan lalu Anda anut dalam hidup, ia harus aktual.
Bila Anda mencinta, adakah gagasan? Jangan menerima begitu saja, pandanglah, selidikilah, selamilah secara mendalam, oleh karena kita telah mencoba segala macam jalan lain, dan tidak ada jawaban terhadap kesengsaraan.
Para politisi mungkin memberi janji, organisasi-organisasi yang disebut agama mungkin menjanjikan kebahagiaan di masa depan, tetapi kita tidak memilikinya sekarang, dan masa depan relatif tidak penting jika saya lapar.
Kita telah mencoba semua jalan lain, dan kita hanya dapat memahami jalan cinta apabila kita memahami jalan gagasan dan melepaskan gagasan, yang berarti bertindak.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ketika Telur Lebih Berharga daripada Manusia
Di sebuah jalan, sebuah truk kecil terguling. Seorang sopir terjebak di balik kabin yang ringsek. Di saat seperti itu, waktu adalah nyawa. S...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar