Doa tidak memerlukan kata apapun. Apa yang ada untuk dikatakan kepada Tuhan? Dia sudah mengetahuinya. Dan jika sesuatu tidak diberikan, itu hanya berarti bahwa hal itu tidak dibutuhkan. Dia lebih bijaksana daripadamu, tetapi orang-orang terus menasihati-Nya:, "Lakukanlah ini, lakukanlah itu, berilah aku ini, berilah aku itu", seakan-akan Tuhan itu tidak cukup bijak. Semua doamu hanyalah nasihat dan orang-orang terus mendesak setiap hari. Ini seperti menggerutu kepada Tuhan. "Berapa lama engkau tidak akan mendengar? Aku terus meminta pagi dan malam".
Bagiku doa tidak ada hubungannya dengan kata-kata. Doa adalah rasa syukur dalam hening, doa itu benar-benar hening, tetapi rasa syukur yang lebih dalam. Doa itu mungkin hanya jika engkau belajar bagaimana untuk menjadi bahagia, jika tidak, tidak akan ada apapun untuk disyukuri.
Biarlah hidupmu menjadi hidup dengan cinta dan tawa dan engkau akan mulai merasakan kehadiran halus dari rasa penuh doa didalam dirimu. Dan rasa penuh doa itu tidak akan menjadi Kristen, Hindu atau Islam, itu hanya akan menjadi rasa penuh doa.
-Osho
Minggu, 07 Juli 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Yang Harus Diurus Negara
Ada orang yang kalau datang ke hajatan langsung ikut ngatur parkiran, menu prasmanan, posisi kursi, sampai cara pengantin tersenyum. Niatnya...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Orang yang baru saja datang itu adalah kekasih yang memiliki kerendahan hati. Sifatnya memang demikian. Dia seperti cabang yang memiliki dem...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar