Ingatlah, jika didalam hatimu hal-hal ekstrem sedang bertarung, janganlah memilih. Biarkanlah mereka berdua ada disana. Jadilah sebuah rumah yang besar, milikilah cukup ruang didalamnya. Jangan katakan, "Aku hanya akan memiliki welas asih, bukan kemarahan, aku hanya akan memiliki cinta, bukan kebencian”. Engkau akan menjadi miskin.
Milikilah ruangan yang besar, biarkanlah keduanya ada disana. Dan tidak perlu untuk menciptakan pertarungan diantara mereka, tidak ada pertarungan. Pertarungan datang dari pikiranmu, dari ajaran-ajaranmu, pendidikanmu, dan pengondisianmu. Seluruh dunia terus berkata kepadamu, Cintailah. Jangan membenci. Bagaimana engkau bisa mencintai tanpa membenci? Yesus berkata, "Cintai musuhmu". Dan aku berkata kepadamu, "Bencilah kekasihmu juga", maka itu menjadi keseluruhan yang lengkap.
Jika tidak, perkataan Yesus itu tidak lengkap. Dia berkata, "Cintai musuhmu". Engkau hanya membenci, dia berkata cintailah juga. Tetapi bagian lainnya hilang. Aku memberitahumu. bencilah temanmu juga, bencilah kekasihmu juga. Dan jangan takut. Kemudian perlahan-lahan engkau akan melihat disana tidak ada perbedaan antara musuh dan teman, karena engkau membenci dan mencintai musuh dan engkau mencintai dan membenci teman. Ini hanya masalah dari uang logam yang matanya ada dibawah atau diatas. Maka teman adalah musuh dan musuh adalah teman. Maka perbedaannya menghilang begitu saja.
Jangan menciptakan pertarungan didalam, biarkanlah mereka berdua ada disana. Keduanya akan dibutuhkan, keduanya akan memberimu dua sayap, hanya dengan begitu engkau bisa terbang.
-Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar