Ini adalah salah satu masalah terbesar yang harus dihadapi setiap para pencari. Jangan memulai dengan apa yang engkau dengar, mulailah dengan apa yang engkau rasakan. Tidak bisakah engkau merasakan keindahan semesta dan misteri semesta? Tidak bisakah engkau merasakan puisi dari semesta ini?
Haruskah engkau bertanya kepada Buddha, Kristus, Krishna? Tidak bisakah engkau sendiri melihat? Apakah engkau tidak memiliki mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar dan hati untuk merasakan? Lalu apa yang engkau lakukan di sini? Apakah engkau hidup atau tidak?
-Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar