Senin, 15 Desember 2025

Bab 22. Utuh melalui Kerendahan Hati

Yang menekuk akan tetap lurus. Yang merendah akan menjadi penuh. Yang usang akan diperbarui. Yang sedikit justru akan menerima lebih banyak.

Karena tidak menonjolkan diri, ia tampak jelas. Karena tidak membenarkan diri, ia diakui. Karena tidak menyombongkan diri, ia bertahan lama.

Orang bijak berpegang pada Yang Satu dan menjadikannya teladan bagi dunia. Karena ia tidak bersaing, tak seorangpun mampu menandinginya.

Apa yang disebut orang-orang dahulu sebagai “menjadi utuh” bukanlah kata kosong. Dengan keutuhan itulah seseorang kembali pada dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yang Harus Diurus Negara

Ada orang yang kalau datang ke hajatan langsung ikut ngatur parkiran, menu prasmanan, posisi kursi, sampai cara pengantin tersenyum. Niatnya...