Buddha berkata: Temukan seorang sahabat, temukan seorang guru dan berkomuni (bersekutu/communion) dengan sang guru. Apakah komuni itu? Komuni berarti menarik semua kondisi, menarik semua prasangka, menjadi polos tanpa penghakiman dengan seseorang yang telah sampai, menjadi seorang anak lagi di depan orang yang telah terjaga. Dengarkan seperti anak kecil: waspada, penuh kekaguman, takjub, dan hatimu akan segera ditembus. Aku akan menyentuhmu seperti anak panah.
Ya, akan ada sedikit rasa sakit juga, tapi sangat manis ... sangat manis sehingga engkau tidak pernah tahu yang lebih manis dari itu. Ya, ketika untuk pertama kalinya kebenaran menembus hatimu seperti panah, itu membunuhmu - itu membunuhmu sebagai ego. Itu adalah penyaliban, tetapi segera ada kebangkitan. Di satu sisi engkau mati seperti yang engkau rasakan sampai saat ini, di sisi lain engkau dilahirkan kembali. Engkau menjadi DWIJA (Di Jaea menjadi DWIJO) yang lahir dua kali; engkau menjadi seorang brahmana, engkau menjadi orang yang tahu.
Tapi untuk mengetahui membutuhkan hubungan cinta yang besar antara murid dan Guru. Mengetahui menjadi mungkin hanya ketika hubungan cinta itu total, ketika komitmen itu total, ketika keterlibatan itu total.
-Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar