Hanya bila batin bebas dari gagasan, ada keadaan mengalami. Gagasan bukanlah kebenaran, dan kebenaran adalah sesuatu yang harus dialami langsung, dari saat ke saat.
Itu bukan pengalaman yang Anda inginkan, yang hanya sekadar sensasi. Hanya bila kita bisa mengatasi onggokan gagasan, yang adalah sang “aku”, yang adalah batin, yang memiliki kelangsungan parsial atau lengkap, hanya bila kita bisa mengatasi itu, bila pikiran diam sama sekali, ada keadaan mengalami. Disitu orang akan tahu apa itu kebenaran.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ketika Telur Lebih Berharga daripada Manusia
Di sebuah jalan, sebuah truk kecil terguling. Seorang sopir terjebak di balik kabin yang ringsek. Di saat seperti itu, waktu adalah nyawa. S...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar