Saat proses pemikiran melambat engkau akan bisa melihat celah-celah. Antara dua pemikiran ada sebuah interval, dalam interval itu adalah kesadaran. Antara dua awan ada sebuah interval, dalam interval itu adalah langit biru.
Memperlambat proses pemikiran dan melihat interval-interval, dan lebih memperhatikan interval-interval daripada awan-awan. Alihkan perhatiannya, ubah fokusnya. Jangan lihat figurnya, lihat latar belakangnya.
Jika aku meletakkan sebuah papan tulis, sebuah papan tulis besar seukuran dinding ini disini, dan menandainya dengan sebuah titik putih dan menanyakan apa yang engkau lihat, sembilan puluh sembilan persen kemungkinannya adalah engkau tidak akan melihat papan tulis, engkau akan melihat titik putih itu, karena kita melihat figurnya, bukan latar belakangnya.
Sebuah papan tulis yang sangat besar, tetapi jika aku bertanya, “Apa yang engkau lihat disana?” engkau akan berkata, “Aku melihat sedikit bintik putih”. Sebuah papan tulis besar seperti itu tidak terlihat dan hanya sedikit bintik putih, yang hampir tidak terlihat, yang terlihat?
Mengapa? Karena ini adalah pola tetap dari pikiran: untuk melihat figurnya, bukan latar belakang, untuk melihat awan, bukan langit, untuk melihat pikiran, bukan melihat pada kesadaran.
Fokusnya harus diubah. Lebih memperhatikan latar belakang dan kurang memperhatikan figur. Engkau akan mendekati kenyataan. Dalam meditasi ini harus dilakukan terus menerus. Pikiran, karena kebiasaan lama, akan melihat figur itu. Engkau coba bergeser lagi. Lihatlah latar belakangnya.
Engkau disini, aku disini. Kita bisa saling melihat dalam dua cara. Aku bisa melihat latar belakang, di latar belakang adalah pepohonan, tumbuhan, tanaman hijau, langit, alam semesta yang luas adalah latar belakangmu. Atau aku bisa melihatmu, engkau figurnya. Tetapi pikiran selalu melihat figur.
- Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ketika Telur Lebih Berharga daripada Manusia
Di sebuah jalan, sebuah truk kecil terguling. Seorang sopir terjebak di balik kabin yang ringsek. Di saat seperti itu, waktu adalah nyawa. S...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar