Tanpa pengenalan diri, apapun yang Anda lakukan, tidak mungkin ada keadaan meditasi. Yang saya maksud dengan ‘pengenalan diri’ adalah menyadari setiap pikiran, setiap suasana batin, setiap kata, setiap perasaan, menyadari kegiatan batin Anda, bukan menyadari diri tertinggi, Aku yang luhur, tidak ada itu, diri yang lebih tinggi, atman, masih berada didalam lingkup pikiran. Pikiran adalah hasil keterkondisian Anda, pikiran adalah respons ingatan Anda, ingatan nenek moyang atau ingatan belum lama berselang. Dan sekadar mencoba bermeditasi tanpa lebih dulu menegakkan secara mendalam, sehingga tak tercabut kembali, kebajikan yang datang dari pengenalan diri adalah sama sekali menyesatkan dan sama sekali tak berharga.
Mohon diperhatikan, ini sangat penting bagi mereka yang serius untuk memahami ini. Oleh karena jika Anda tidak dapat melakukannya, maka meditasi Anda dan kehidupan sehari-hari Anda tercerai, terpisah, begitu jauh terpisah sehingga sekalipun mungkin Anda bermeditasi, duduk bersila terus-menerus, sepanjang sisa hidup Anda, Anda tidak akan melihat lebih jauh dari hidung Anda, sikap tubuh apapun yang Anda ambil, apapun yang Anda lakukan, tidak akan berarti sama sekali.
Penting dipahami apa pengenalan diri ini: sekadar sadar, tanpa memilih sedikitpun, akan sang ‘aku’ yang bersumber pada seonggok ingatan, sekadar menyadarinya tanpa menafsirkan, sekadar mengamati gerakan batin. Tetapi pengamatan itu terhalang bila Anda mengumpulkan melalui pengamatan: apa yang harus dikerjakan, apa yang tak boleh dikerjakan, apa yang harus dicapai, jika Anda lakukan itu, Anda mengakhiri proses yang hidup dari Gerakan batin sebagai diri. Artinya, saya harus mengamati dan melihat faktanya, yang aktual, apa adanya.
Jika saya mendekatinya dengan sebuah gagasan, dengan sebuah opini, misalnya, “saya harus begini”, atau “saya tidak boleh begitu”, yang adalah respons ingatan, maka gerakan dari apa adanya akan terhalang, terbendung, dan oleh karena itu, tidak terjadi belajar.
Jumat, 20 September 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ketika Telur Lebih Berharga daripada Manusia
Di sebuah jalan, sebuah truk kecil terguling. Seorang sopir terjebak di balik kabin yang ringsek. Di saat seperti itu, waktu adalah nyawa. S...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar