Tidak ada metode untuk mengenal diri. Mencari metode mau tidak mau menyiratkan keinginan untuk mencapai suatu hasil dan itulah yang dikehendaki oleh kita semua.
Kita mengikuti otoritas, jika bukan otoritas seseorang, maka otoritas sebuah sistem, atau sebuah ideologi, karena kita menghendaki suatu hasil yang memuaskan, yang akan memberi kita rasa aman.
Kita sesungguhnya tidak menghendaki untuk memahami diri kita sendiri, dorongan-dorongan dan reaksi-reaksi kita, seluruh proses berpikir kita, yang disadari maupun tak disadari, kita lebih suka menjalankan sebuah sistem yang memberikan jaminan hasil. Tetapi menjalankan sebuah sistem mau tidak mau adalah hasil keinginan untuk memperoleh rasa aman, memperoleh kepastian, dan hasilnya jelas bukan pemahaman diri sendiri.
Bila kita mengikuti sebuah metode, kita harus menganut otoritas, Guru, Juru selamat, Master, yang akan menjamin bagi kita apa yang kita inginkan, jelas ini bukan jalan untuk mengenal diri.
Otoritas menghalangi pengenalan diri, bukan? Dibawah perlindungan sebuah otoritas, perlindungan seorang penuntun, Anda mungkin mempunyai rasa aman, rasa sejahtera untuk sementara, tetapi itu bukan pemahaman seluruh proses diri sendiri.
Otoritas pada hakikatnya menghalangi penyadaran penuh akan diri sendiri, dan oleh karena itu pada akhirnya menghancurkan kebebasan, hanya didalam kebebasan terdapat kreativitas. Kreativitas hanya mungkin ada melalui pengenalan diri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ketika Telur Lebih Berharga daripada Manusia
Di sebuah jalan, sebuah truk kecil terguling. Seorang sopir terjebak di balik kabin yang ringsek. Di saat seperti itu, waktu adalah nyawa. S...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar