Jadi, untuk memahami berbagai masalah yang tak terhitung banyaknya yang dihadapi oleh kita masing-masing, tidakkah mutlak perlu untuk mengenal diri?
Dan itu adalah salah satu hal yang paling sukar, kesadaran diri yang bukan berarti isolasi, menarik diri. Jelas, mengenal diri adalah mutlak perlu, tetapi untuk mengenal diri tidak berarti menarik diri dari hubungan. Dan jelas salah untuk berpikir bahwa kita dapat mengenal diri secara bermakna, secara tuntas, secara penuh, melalui isolasi, melalui penolakan terhadap orang, atau dengan pergi kepada seorang psikolog, atau kepada seorang rohaniwan, atau bahwa kita dapat belajar mengenal diri dari sebuah buku.
Pengenalan diri adalah jelas suatu proses, bukan tujuan itu sendiri dan untuk mengenal diri, kita harus sadar akan diri kita dalam tindakan, yang adalah hubungan. Anda menemukan diri Anda, bukan dalam isolasi, bukan dalam menarik diri, melainkan dalam hubungan dalam hubungan dengan masyarakat, dengan istri Anda, dengan suami Anda, dengan saudara Anda, dengan manusia lain, tetapi untuk melihat bagaimana Anda bereaksi, apa respons Anda, hal itu membutuhkan kewaspadaan batin luar biasa, suatu ketajaman persepsi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Orang yang baru saja datang itu adalah kekasih yang memiliki kerendahan hati. Sifatnya memang demikian. Dia seperti cabang yang memiliki dem...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar