Kita menyimak dengan harapan dan ketakutan, kita mencari cahaya orang lain, tetapi tidak bersikap pasif dengan waspada untuk dapat memahami. Jika orang yang telah bebas tampak memenuhi keinginan kita, kita menerimanya, jika tidak, kita terus mencari orang yang akan memenuhi keinginan kita dan yang diinginkan oleh kebanyakan kita adalah pemuasan pada berbagai tingkat.
Yang penting bukanlah bagaimana mengenali orang yang telah bebas, melainkan bagaimana memahami diri Anda. Tidak ada otoritas disini sekarang, atau di akhirat nanti, yang dapat memberi Anda pengetahuan tentang diri Anda, tanpa pengenalan-diri tidak ada pembebasan dari ketidaktahuan, dari kesedihan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Orang yang baru saja datang itu adalah kekasih yang memiliki kerendahan hati. Sifatnya memang demikian. Dia seperti cabang yang memiliki dem...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar