Bila Anda berupaya untuk menyimak, apakah Anda menyimak? Tidakkah upaya itu sendiri mengalihkan perhatian sehingga menghalangi penyimakan?
Apakah Anda berupaya ketika Anda menyimak sesuatu yang menyenangkan Anda? Anda tidak menyadari kebenaran, Anda juga tidak melihat yang palsu sebagai palsu selama batin Anda dipenuhi daya upaya, dipenuhi pembandingan, dipenuhi pembenaran dan pengutukan.
Menyimak itu sendiri adalah tindakan yang lengkap, tindakan menyimak itu membawa kebebasannya sendiri. Tetapi apakah Anda sungguh-sungguh berminat untuk menyimak, atau berminat untuk mengubah kegoncangan didalam batin Anda?
Jika Anda menyimak, dalam arti menyadari konflik-konflik dan kontradiksi-kontradiksi Anda tanpa memaksakannya kedalam suatu pola pikir tertentu, mungkin semua itu akan berakhir.
Lihat, kita terus-menerus mencoba menjadi ini-itu, mencoba mencapai suatu keadaan tertentu, mencoba menangkap suatu pengalaman tertentu dan menghindari pengalaman lain, dengan demikian, batin terus-menerus sibuk dengan sesuatu, ia tidak pernah diam untuk menyimak bisingnya pergulatan dan kesakitannya sendiri. Bersikaplah sederhana dan jangan mencoba menjadi sesuatu atau menangkap suatu pengalaman.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Yang Harus Diurus Negara
Ada orang yang kalau datang ke hajatan langsung ikut ngatur parkiran, menu prasmanan, posisi kursi, sampai cara pengantin tersenyum. Niatnya...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Orang yang baru saja datang itu adalah kekasih yang memiliki kerendahan hati. Sifatnya memang demikian. Dia seperti cabang yang memiliki dem...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar