Bagaimana Anda menyimak? Apakah Anda menyimak dengan proyeksi-proyeksi Anda, melalui proyeksi Anda, melalui ambisi, keinginan, ketakutan, kecemasan Anda, dengan hanya mendengar apa yang Anda ingin dengar, hanya apa yang memuaskan, apa yang memenuhi dahaga, apa yang memberikan kenyamanan, apa yang untuk sementara meringankan penderitaan Anda?
Jika Anda menyimak melalui tabir keinginan-keinginan Anda, maka jelas Anda menyimak suara Anda sendiri, Anda menyimak keinginan-keinginan Anda sendiri. Dan adakah bentuk menyimak lain? Bukankah penting untuk menemukan bagaimana menyimak, bukan hanya menyimak apa yang dikatakan, melainkan juga menyimak segala sesuatu, menyimak kebisingan di jalan-jalan, menyimak kicau burung, menyimak berisiknya trem di jalan, menyimak laut yang tidak bisa diam, menyimak suara suami Anda, menyimak istri Anda, menyimak teman-teman Anda, menyimak tangis bayi? Penyimakan menjadi penting hanya bila kita tidak memproyeksikan keinginan-keinginan kita melalui apa yang kita simak. Dapatkah kita mengesampingkan semua tabir itu, yang melaluinya kita menyimak, dan sungguh-sungguh menyimak?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
KARMA
Karma bukanlah hukuman. Bukan pula takdir yang dijatuhkan oleh kekuatan di luar diri kita. Karma adalah kesadaran bahwa setiap tindakan yang...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Suatu hari Atabeg berkata, “Orang kafir Yunani telah menyarankan kami menikahkan putri kami kepada kaum Tartar, sehingga agamanya menjadi sa...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar