Gurdjieff berkata bahwa manusia adalah mangsa bagi bulan. Hal ini sangat logis. Ini menunjukkan kebodohan dari logika. Segala sesuatu dalam hidup adalah baik untuk sesuatu yang lain, sehingga Gurdjieff sampai ke sebuah gagasan yang sangat berdaya-cipta (inventive): bahwa manusia pasti juga menjadi makanan untuk sesuatu. Kemudian, “Manusia itu makanan bagi apa?” menjadi sebuah pertanyaan logis untuk ditanyakan.
Matahari tidak dapat menjadi pemakan manusia karena sinar matahari adalah makanan untuk hal-hal lain, untuk tanaman. Maka manusia akan berada pada anak tangga lebih rendah daripada spesies lain. Tapi ini tidak mungkin demikian karena manusia adalah hewan tertinggi, menurut dirinya sendiri. Jadi, manusia tidak bisa menjadi makanan untuk matahari.
Bulan terhubung dengan kita dengan cara yang halus, tapi tidak dengan cara yang dikatakan Gurdjieff. Bulan secara halus terkait dengan periode menstruasi wanita. Bulan terkait dengan gelombang, pasang surut dan aliran dari lautan. Lebih banyak orang tampaknya menjadi gila pada saat bulan purnama. Itulah dari mana kata ‘lunatic’ (gila) berasal, dari ‘lunar’, bulan.
Bulan selalu menghipnotis pikiran manusia. Gurdjieff berkata, “Manusia pasti menjadi makanan untuk rembulan, karena makanan dapat dengan mudahnya terhipnotis oleh pemakannya”. Hewan-hewan, ular khususnya, pertama-tama menghipnotis mangsa-mangsanya. Mangsanya menjadi begitu lumpuh sehingga mereka bisa dimangsa. Ini adalah kebetulan yang lain yang dimainkan oleh Gurdjieff. Para penyair, orang gila, pertapa, pemikir, semua terhipnotis oleh bulan. Sesuatu pasti ada disana. Manusia pasti menjadi suatu makanan.
-Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar