Manusia terlahir hanya sebagai sebuah potensi. Jika engkau tidak mengembangkan potensimu, jika engkau tidak tumbuh secara spiritual, engkau hanya seperti seekor lembu. Tubuhmu akan terus menjadi lebih besar dan semakin besar, tetapi itu bukan pertumbuhan. Menjadi tua itu bukan tumbuh dewasa, tumbuh secara fisik itu bukan tumbuh secara spiritual. Dan kecuali jika engkau tumbuh secara spiritual, engkau sedang menyia-nyiakan kesempatan yang berharga.
Manusia adalah satu-satunya makhluk di bumi yang bisa mencapai tingkat kebuddhaan. Gajah, singa, dan harimau tidak bisa menjadi Buddha. Hanya manusia yang bisa menjadi seorang Buddha, hanya manusia yang bisa menjadi teratai dengan seribu kelopak, hanya manusia yang bisa melepaskan keharuman yang disebut Tuhan.
Jangan buang satu saatpun untuk hal lain. Lakukanlah hal-hal yang diperlukan, hal-hal penting, tetapi tuangkanlah lebih dan semakin banyak energi kedalam kewaspadaan, kesadaran. Bangunlah!
Kecuali jika engkau menjadi seorang Buddha engkau belum hidup sama sekali, karena engkau tidak akan tahu puisi yang luar biasa dari kehidupan, musik yang luar biasa dari kehidupan. Engkau tidak akan tahu perayaan jagad raya yang berlangsung terus-menerus, engkau tidak akan tahu tarian dari bintang-bintang. Ini ada bagimu untuk menjadi bagian dari perayaan ini. Kebahagiaan ini ada untukmu! Semua bunga-bunga ini dan semua lagu-lagu ini dan semua bintang-bintang ini ada untukmu. Engkau berhak mendapatkan keajaiban-keajaiban ini, tetapi tumbuhlah, bangunlah!
-Osho
Rabu, 10 April 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar