Bhagwan, Suatu hari saya memberi ceramah disebuah perguruan tinggi. Lalu seorang pria paruh baya dengan tampak kesal berkata, "Dengan berbicara menentang Tuhan, melawan Kekristenan, melawan semua agama, kamu merusak pikiran orang-orang muda ini".
Apakah Bhagwan ingin berkomentar?
Bhagwan: Saya tidak pernah berbicara menentang tuhan karena alasan sederhana, bahwa tuhan tidak ada. Bagaimana kamu bisa berbicara melawan atau menyangkal seseorang yang tidak ada? Saya juga tidak pernah berbicara menentang Kekristenan, karena didunia ini tidak ada kekristenan. Apa yang ada dalam nama Kekristenan selalu saya sebut "Crossianity". Crossianity adalah penyembahan terhadap salib, bukan Kristus.
Itu adalah ketakutan akan kematian, bukan cinta akan kehidupan. Lupakan beberapa hal dari kehidupan Yesus dan Kekristenan akan menghilang. Jika dia tidak disalibkan, apakah agama kekristenan tetap ada? Sebenarnya, Yesus itu tidak penting, yang penting adalah penyaliban bagi kekristenan. Yang lebih penting adalah fiksi kebangkitan, tetapi itu hanya mungkin terjadi jika Yesus memang disalibkan.
Itu adalah wajar, orang-orang yang disebut Kristen ini menyembah Yesus karena kebangkitan. Itu adalah penghiburan hebat melawan kematian. Itulah sebabnya saya katakan mereka menyembah penyaliban dan kebangkitan, bukan karena cinta kepada Yesus dan ajaran-ajarannya tetapi karena ketakutan yang mendalam akan kematian. Ketakutan akan kematian ini membuat mereka percaya pada hal-hal yang mereka tahu tidak mungkin.
Dalam gejolak psikologis ketakutan, kamu bisa percaya apa saja, sama seperti penghiburan sementara mereka percaya Yesus berjalan diatas air, mengubah air menjadi anggur, membangkitkan orang mati untuk hidup kembali. Buang hal-hal (mukjizat dan hal ajaib) semacam itu, hilangkan hal yang tidak tidak ada hubungannya dengan ajaran Yesus. apakah kamu pikir hal-hal seperti itu diperlukan untuk sebuah agama? Jika demikian, maka tidak mungkin ada agama Buddha, tidak mungkin ada Jainisme, tidak mungkin ada agama selain Kristen.
-Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar