Salah satu raja Khorasan bermimpi tentang Sultan Mahmud. Seratus tahun setelah kematiannya, seluruh tubuhnya telah hancur dan berubah menjadi debu, kecuali matanya, yang berputar dan mencari-cari. Semua orang bijak tidak bisa memberikan tafsir mimpi tersebut, kecuali seorang darwis yang memberi salam dan berkata: “Dia masih tampak heran bagaimana kerajaan menjadi miliknya”.
Banyak orang terkenal telah dimakamkan dibawah tanah. Dari keberadaannya yang dibumi tidak ada jejak yang tersisa. Mayat tua yang telah diserahkan ke bumi, begitu membusuk ditanah hingga tidak ada tulang yang tersisa. Nama mulia Nushirvan bertahan dengan reputasi baik meskipun telah lama waktu berlalu sejak dia meninggal. Berbuatlah baik, hai manusia, dan anggaplah hidup sebagai keberuntungan. Terlebih lagi, tatkala terompet dibunyikan, manusia tidak ada lagi.
Kamis, 04 April 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar