Salah seorang raja di Khorasan bermimpi melihat Sultan Mahmud, seratus tahun setelah wafatnya. Dalam mimpi itu, seluruh tubuh Sultan Mahmud telah hancur menjadi debu, kecuali kedua matanya yang masih bergerak, seakan berputar dan mencari sesuatu.
Para cendekiawan tidak mampu menafsirkan mimpi tersebut, hingga seorang darwis datang, memberi salam, lalu berkata:
“Dia masih heran bagaimana kerajaan yang dahulu dimilikinya kini telah lepas darinya.”
Betapa banyak orang besar dan terkenal telah dikuburkan di dalam tanah. Dari kehidupan mereka di dunia, hampir tak ada lagi jejak yang tersisa. Tubuh yang dahulu kuat dan dimuliakan, setelah lama menyatu dengan bumi, akhirnya hancur hingga tak meninggalkan tulang-belulang.
Namun nama baik Nushirvan tetap hidup, meskipun sudah lama ia meninggal dunia. Reputasi baiknya terus dikenang sepanjang zaman.
Maka berbuat baiklah, wahai manusia, dan anggaplah hidup sebagai kesempatan berharga. Sebab ketika sangkakala telah ditiup, tiada lagi kesempatan bagi manusia untuk kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar