Suatu ketika Buddha Gautama ditanya, "Mengapa engkau tidak mengajari pengikutmu untuk berdoa?"
Itu adalah pertanyaan yang jelas, sebuah agama tanpa doa tidak bisa dipahami oleh banyak orang.
Dan jawaban yang diberikan Buddha itu sama segarnya pada hari ini seperti dua puluh lima abad sebelumnya, sama barunya dan sama revolusionernya.
Dia berkata, "Aku tidak mengajari pengikutku untuk berdoa karena doa mereka akan merugikan mereka. Saat ini mereka tidak cukup sadar untuk meminta apapun, dan apapun yang mereka minta akan salah. Pertama-tama, biarkan mereka menjadi cukup sadar.
Aku mengajari mereka bagaimana untuk menjadi lebih sadar dan kemudian itu terserah mereka.
Ketika mereka sepenuhnya sadar, jika mereka ingin berdoa, mereka bebas. Mereka bukan budakku.
Tetapi aku bisa mengatakan satu ha, bahwa siapapun yang sadar sepenuhnya tidak memiliki apapun untuk diminta. Dia memiliki segalanya yang bisa diminta orang".
-Osho
Kamis, 04 April 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar