Hidup yang kita kenal, kehidupan sehari-hari kita, adalah suatu proses menjadi.
Saya miskin, dan saya bertindak dengan suatu tujuan dalam pandangan saya, yakni menjadi kaya.
Saya jelek dan ingin menjadi cantik. Oleh karena itu hidup saya adalah proses untuk menjadi sesuatu.
Keinginan untuk ada adalah keinginan untuk menjadi, pada tingkat kesadaran yang berbeda-beda, dalam keadaan yang berbeda-beda, yang disitu terdapat tantangan, tanggapan, penamaan, dan pencatatan.
Nah, menjadi adalah pergulatan, menjadi adalah kesakitan, bukan?
Itu adalah perjuangan terus-menerus: saya sekarang begini, dan saya ingin menjadi begitu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ketika Telur Lebih Berharga daripada Manusia
Di sebuah jalan, sebuah truk kecil terguling. Seorang sopir terjebak di balik kabin yang ringsek. Di saat seperti itu, waktu adalah nyawa. S...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar