Segala sesuatunya adalah kutub, dan pikiran bergerak dari satu kutub ke kutub lain, tidak pernah tinggal diantara keduanya. Pernahkah engkau menyadari saat manapun ketika engkau tidak keduanya baik bahagia maupun tidak bahagia? Pernahkah engkau mengetahui saat manapun ketika engkau tidak keduanya baik sehat maupun sakit? Pernahkah engkau mengetahui saat manapun ketika engkau tidak keduanya, baik ini atau itu, ketika engkau hanya diantaranya, hanya ditengahnya, tepat ditengahnya? Pikiran bergerak dari satu kutub ke kutub lain dengan segera. Jika engkau berbahagia, cepat atau lambat engkau akan bergerak ke ketidakbahagiaan, dan engkau akan segera bergerak, kebahagiaan akan lenyap dan engkau akan menjadi tidak bahagia.
Jika engkau merasa baik, cepat atau lambat engkau akan merasa buruk, dan tidak ada titik dimana engkau tinggal diantara keduanya. Engkau segera pindah dari ini ke itu. Sama seperti pendulum dari jam tua, engkau bergerak dari kiri kekanan, dari kanan kekiri, dan pendulum terus bergerak. Ada hukum rahasia, ketika pendulum bergerak kekiri, ia tampaknya bergerak kekiri, tetapi ia sedang mengumpulkan momentum untuk bergerak kekanan. Ketika ia bergerak kekiri, ia sedang mengumpulkan energi, momentum, untuk bergerak kekanan, ketika menuju kekanan, ia mengumpulkan momentum untuk bergerak kekiri. Jadi apa yang tampak itu bukanlah keseluruhan. Ketika engkau menjadi bahagia, engkau sedang mengumpulkan momentum untuk menjadi tidak bahagia.
-Osho
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar