Bentuk merupakan hal sekunder untuk cinta, karena tanpa cinta, bentuk tidak bernilai apapun. Sesuatu yang tidak dapat bertahan tanpa adanya hal yang utama, adalah sekunder. Karena Tuhan tidak dapat dikatakan memiliki bentuk dan bentuk adalah sekunder, Dia tidak dapat disebut sekunder.
Jika setiap orang berkata bahwa cinta tidak dapat dibayangkan atau dikonkretkan jika tanpa bentuk, dan bahwa aspek sekundernya adalah bentuk, kita bertanya kenapa cinta tidak dapat dibayangkan jika tanpa bentuk. Tentu dia penggerak bentuk. Ribuan bentuk, baik gambaran atau kenyataan, digerakkan oleh cinta. Meski tidak ada lukisan tanpa pelukis dan tak ada pelukis tanpa lukisan, lukisan masih sekunder dan pelukis adalah hal yang pokok dan utama “seperti gerak jari dengan gerak cincin”.
Sejauh tak ada “cinta” pada rumah, arsitek tidak dapat memahami atau mendesain rumah. Demikian pula, pada suatu waktu gandum dijual seharga emas dan pada waktu yang lain, ia dijual seharga kotoran, tetapi bentuk gandum tetap sama. Nilai dan harga bentuk gandum tergantung atas “cinta” terhadapnya. Demikian juga, keahlian yang engkau cari dan cinta, boleh jadi memiliki nilai besar bagimu, namun pada suatu masa ketika tidak ada tuntutan kebutuhan atas hal itu, tak seorangpun yang mempelajari atau melatihnya.
Orang berkata bahwa akhir dari cinta adalah menjadi diinginkan dan dibutuhkan untuk sesuatu yang pasti. Oleh karena itu, kebutuhan merupakan hal yang primer dan hal yang dibutuhkan adalah hal sekunder. Aku berkata-kata yang kau katakan diucapkan oleh kebutuhan. Sessungguhnya kata-kata itu ada karena kebutuhanmu, yakni engkau ingin berkata-kata, maka kata-kata itupun “lahirlah”. Maka, dasar kebutuhan ada sebelum kata. Jika ada orang ditanya bagaimana suatu benda bisa menjadi sekunder, jika sesungguhnya obyek kebutuhan adalah kata. Aku katakan sekunder selalu obyek, seperti halnya obyek akar tanaman adalah cabang pohon.
Rumi, Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal Tuhannya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bab 81. Kebenaran dan Kebajikan
Kata-kata yang benar tidaklah indah, kata-kata yang indah tidak selalu benar. Orang bijak tidak menimbun, semakin ia memberi, semakin ia ...
-
Ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kesebuah tempat, dia memiliki pikiran rasional, misalnya, “Apabila aku pergi kesana, kepergianku ...
-
Mendengar sesuatu terus-menerus sama baiknya dengan melihatnya. Sebagai contoh, ibu atau bapakmu mengatakan padamu bahwa mereka telah mela...
-
Sebuah pertanyaan telah diajukan berkenaan dengan makna bait puisi ini: Ah, saudara, sebenarnya engkau hanyalah gagasan, Selainnya, hanyalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar